Politik

Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Perang Generasi Kelima

Jakarta, Maret.id — Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menyatakan bahwa keputusan Panglima TNI merupakan respons strategis terhadap perubahan karakter peperangan global yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Perang saat ini sudah berubah total. Jika dahulu kekuatan militer diukur dari jumlah tank, kapal perang, dan pesawat tempur, kini kemenangan lebih banyak ditentukan oleh penguasaan teknologi, kecerdasan buatan, drone, perang siber, satelit, serta kemampuan mengendalikan informasi,” tutut Amir.

Dia menambahkan bahwa doktrin yang disetujui oleh Panglima TNI menunjukkan bahwa TNI telah memahami arah perubahan geopolitik dunia dengan tepat.

Amir menjelaskan bahwa perang modern kini memasuki fase Fifth Generation Warfare (5GW) atau perang generasi kelima. Dalam model perang ini, agresi tidak selalu dilakukan melalui invasi militer konvensional.

Sebaliknya, serangan dilakukan menggunakan berbagai instrumen non-konvensional secara simultan. Diantaranya adalah serangan siber terhadap infrastruktur vital, perang informasi melalui media sosial, penyebaran disinformasi, serta penggunaan drone low-cost yang mematikan.

Dia juga menyinggung tentang sabotase ekonomi, perang elektronik, kecerdasan buatan, manipulasi opini publik, dan tekanan geopolitik lewat jalur ekonomi.

“Yang dihancurkan bukan hanya pangkalan militer, tetapi juga psikologi masyarakat, stabilitas politik, ekonomi, bahkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah,” tegas Amir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button