Politik

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka Soal Ijazah Publik

Jakarta, Maret.id — Forum Kenduri Cinta kembali menjadi sorotan sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Forum ini dikenal dapat membahas isu sosial, budaya, kebangsaan, dan keagamaan tanpa batasan politik maupun status sosial.

Fahmi Agustian, penggiat Kenduri Cinta, mengusulkan agar Presiden Joko Widodo hadir dalam forum tersebut untuk menjelaskan berbagai polemik yang berkembang. “Yang selama ini belum pernah hadir ke Kenduri Cinta saya pikir seharusnya seorang presiden. Jokowi terserah bawa ijazah, terserah,” tuturnya.

Ia menekankan, dialog langsung dengan masyarakat jauh lebih bermakna dibanding menghadiri acara yang audiensnya telah disiapkan. “Kalau kamu datang ke suatu acara kayak kemarin misalkan, sudah disiapkan masyarakatnya, sudah disiapin massanya, buat apa? Itu sama saja kamu kayak kampanye partai,” sambungnya.

Fahmi berpendapat bahwa di Kenduri Cinta, Jokowi akan berhadapan dengan masyarakat dari banyak latar belakang, termasuk mereka yang mungkin kritis terhadapnya. “Ini kamu ketemu masyarakat yang benar-benar bisa jadi dia sangat benci sama kamu. Kamu siap nggak ketemu?” tegasnya.

Ia menegaskan pentingnya seorang mantan presiden untuk mendengar langsung aspirasi rakyat tanpa rekayasa. “Karena bagi saya presiden itu pemimpin. Dia harus ketemu rakyat, dia harus dengar sendiri dari rakyat yang tanpa settingan,” tuturnya.

Walau begitu, Fahmi juga mencatat bahwa kehadiran mantan kepala negara akan membawa beberapa konsekuensi dari sisi pengamanan. “Cuma kita kan tahu kalau misalkan suatu hari presiden datang, kita juga yang repot sebenarnya. Paspampres sudah pasti ngetem di situ,” imbuhnya.

Meski demikian, ia memastikan Kenduri Cinta tetap terbuka bagi siapa pun, termasuk Jokowi. Dialog ini diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih baik antara pemimpin dan rakyat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button