Politik

Rakorcab DPC Bojonegoro Targetkan 30 Persen Kuota Perempuan dan Gen Z

Jakarta, Maret.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro sedang memperkuat struktur organisasi partai hingga ke tingkat akar rumput. Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) terkait sosialisasi penjaringan pengurus ranting dan anak ranting dilaksanakan di Kantor DPC PDI-P Bojonegoro pada Sabtu lalu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono, mengungkapkan bahwa penjaringan ini adalah tahapan penting dalam kaderisasi partai. Ia menekankan bahwa kepengurusan di tingkat desa dan dusun merupakan pondasi utama untuk pergerakan politik.

“Ranting dan Anak Ranting adalah ujung tombak dan dapurnya partai. Dari sinilah kita mengukur kekuatan mesin partai di tingkat kecamatan dan desa. Maka prosesnya harus demokratis, terbuka, dan ideologis,” tuturnya.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, DPC Bojonegoro menerapkan dua kebijakan strategis sesuai instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kebijakan ini mengharuskan adanya kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan dan 30 persen dari generasi muda.

Bambang menjelaskan bahwa aturan tersebut bukan sekadar formalitas untuk memenuhi regulasi internal, tetapi merupakah bagian dari strategi jangka panjang. “Kita padukan kebijaksanaan senior, ketekunan perempuan, dan kreativitas anak muda,” tambahnya.

Di luar agenda struktural, Bambang memberikan dua instruksi khusus kepada seluruh fungsionaris DPC dan perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) di Bojonegoro. Pertama, ia meminta para kader untuk proaktif menghadapi dampak fenomena iklim El Nino yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.

“Kader PDI Perjuangan harus jadi yang paling depan. Cek sawah, cek sumur, cek ternak warga. Kalau ada yang kesulitan air, kita gotong royong carikan solusi,” tegas Bambang. Ia berharap kader segera melapor jika menemukan krisis air, agar dapat dikoordinasikan dengan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD dan pemerintah daerah.

Kedua, Bambang menyoroti pentingnya literasi digital bagi para kader. Ia mendorong seluruh simpatisan dan pengurus aktif untuk menangkal penyebaran berita bohong dan narasi negatif terhadap partai. “Sekarang perang bukan hanya di lapangan, tapi juga di HP. Gunakan medsos untuk menguatkan barisan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Doni Bayu Setiawan, menjelaskan bahwa Rakorcab ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pembentukan pengurus baru. Setelah sosialisasi ini, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan Musyawarah Anak Ranting dan Musyawarah Ranting secara serentak di seluruh wilayah Bojonegoro.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button