Reformasi Menuju Transformasi Ekonomi Demokrasi yang Berkelanjutan

Jakarta, Maret.id — Eksponen gerakan 98 mendesak para pelaku reformasi untuk melakukan introspeksi mengenai kontribusi mereka selama 28 tahun perjalanan reformasi demi demokrasi politik.
Lingkar 98 Jabar bersama Resolution Network menilai bahwa gerakan 98 masih memiliki kekurangan dalam pelaksanaannya. Terlebih lagi, demokratisasi politik dinilai tidak berjalan seiring dengan demokratisasi ekonomi, yang berpotensi menghasilkan demokrasi semu.
“Sumber daya alam dikuasai oleh segelintir kelompok yang disebut serakahnomic selama reformasi. Hal ini sama saja membajak demokrasi politik dan sekaligus hajat hidup rakyat banyak,” kata Jubir 98 Resolution Network, Agus Teddy Sumantri.
Ia menambahkan bahwa Lingkar 98 Jabar, sebagai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, menekankan bahwa sistem demokrasi Indonesia harus berlandaskan sosio-demokrasi. “Demokrasi ala Barat ini mengabaikan akses rakyat terhadap sumber kekayaan negara,” tegasnya. Agus juga merupakan mantan Ketua TKN Golf Prabowo-Gibran Provinsi Jawa Barat.





