Prabowo Luncurkan B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta

Jakarta, Maret.id — Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, dijadwalkan tiba di lokasi peluncuran program B50 pada pukul 13.00 WIB. Beliau akan menerima penjelasan mengenai kesiapan implementasi program dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, beserta jajaran PT Pertamina.
Kepastian tentang peluncuran B50 sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari. “Peluncuran resminya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam satu sampai dua minggu ke depan, kalau tidak salah rencananya tanggal 9,” kata Qodari dalam konferensi pers, Kamis, 2 Juli 2026.
B50 adalah bahan bakar yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 50 persen solar. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program mandatori biodiesel sebelumnya yang dimulai dari B20, B30, hingga B40.
Implementasi B50 berlandaskan pada Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang menetapkan kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam minyak solar.
Untuk memastikan transisi yang lancar, pemerintah memberikan masa penyesuaian hingga 30 September 2026 bagi badan usaha BBM untuk menghabiskan stok biodiesel B40. Kementerian ESDM juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan.
Pemerintah memperkirakan, melalui program ini, dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun sepanjang 2026. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah industri crude palm oil (CPO) menjadi sekitar Rp23,49 triliun dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2.





