Rumah Baca Bringinan Ponorogo Rayakan 11 Tahun Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, Maret.id — Desa Bringinan di Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, telah mempertahankan kebiasaan menabung uang receh sejak lama. Kegiatan bongkar tabungan massal pada Kamis (9/7/2026) di Rumah Baca Bringinan menjadi momen bagi ratusan anak untuk menuai hasil dari disiplin menabung selama setahun.
Program “Ayo Giat Menabung” diinisiasi oleh Kepala Desa Bringinan, Barno, sejak 2015 dan masih tetap dilaksanakan hingga kini. Barno menyatakan, “Alhamdulillah, program ini sudah berjalan selama 11 tahun. Harapan kami dari pemerintah desa, program ini bisa berjalan selama-lamanya.” Ujar Barno, yang juga merupakan kader PDI Perjuangan.
Ia mengungkapkan bahwa Rumah Baca Bringinan telah menjadi pelopor lahirnya lima program pemberdayaan masyarakat. Program tersebut antara lain Ayo Giat Menabung, Ajar Bahasa Jawa, Ayo Giat Membaca, Bringinan Bebas Satru, dan Bringinan Bebas Gangguan Jiwa. “Alhamdulillah, yang sampai saat ini berjalan sangat efektif adalah program menabung,” tambahnya.
Barno menjelaskan bahwa program Bringinan Bebas Gangguan Jiwa juga masih berjalan, meskipun tidak terlalu terlihat karena jumlah warga dengan gangguan jiwa yang berkurang. Tahun ini, jumlah peserta dalam program menabung sedikit menurun, disebabkan pembatasan usia yang kini hanya menyasar anak-anak jenjang sekolah dasar (SD).
“Saya lihat dari tahun kemarin memang menurun karena satu hal, yaitu keterbatasan usia,” terangnya. Meski mengalami penurunan jumlah peserta, antusiasme anak-anak masih tinggi, bahkan program ini juga diikuti oleh anak-anak dari enam kecamatan lainnya, termasuk Jambon dan Balong.
Barno menegaskan, tujuan utama dari program ini bukan sekadar mengumpulkan uang, tetapi dalam rangka membangun karakter anak untuk menghargai nilai uang. “Kenapa program ini perlu dilestarikan? Karena sederhana, tetapi manfaatnya besar,” imbuhnya.
Setiap peserta rata-rata mengumpulkan sekitar Rp900 ribu selama setahun, dengan total tabungan yang terkumpul mencapai Rp122,4 juta. Tabungan tertinggi tahun ini mencapai Rp4,2 juta dari satu kotak tabungan. Dengan demikian, program ini tetap menunjukkan dampak positif bagi anak-anak di Desa Bringinan.





