Tokoh Timor

Jakarta, Maret.id — Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, dan Penasihat Senior Presiden Nelson Santos menekankan pentingnya peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam sejarah demokrasi Indonesia. Mereka menilai bahwa pengalaman PDIP menjadi referensi berharga bagi perkembangan demokrasi di Timor-Leste.
Ramos-Horta menggarisbawahi bahwa sejarah perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang PDIP, terutama setelah peristiwa penyerbuan kantor PDI pada 27 Juli 1996. “Peristiwa serangan 27 Juli 1996 (Kudatuli) terhadap markas PDI di Jakarta adalah momen penentu,” tegas Ramos-Horta.
Ia menambahkan bahwa kekerasan hari itu menjadikan Ibu Megawati sebagai simbol perlawanan demokratis, yang melahirkan gerakan Reformasi. Menurutnya, peristiwa tersebut juga menjadi salah satu fondasi berdirinya PDIP sebagai kekuatan politik yang memperjuangkan demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, atau Chico, juga menyampaikan pandangan senada. Ia mengaku menyaksikan langsung dinamika politik Indonesia saat Timor-Leste masih bagian dari Indonesia, termasuk perjalanan PDIP di bawah tekanan rezim Orde Baru. “Saya tahu betapa giatnya Ibu dan sabarnya untuk menantikan kebenaran,” kenang Chico.
Ia menekankan bahwa kesabaran dan konsistensi PDIP terbayar, dengan mengatakan, “Akhirnya Bu Mega membuktikan hari ini bahwa PDIP bisa menjadi partai terbesar sejak waktu itu sampai detik ini.”
Penasihat Senior Presiden Timor-Leste, Nelson Santos, menilai bahwa PDIP memiliki sejarah panjang dan merupakan salah satu yang turut mengawal transisi demokrasi Indonesia. “PDI Perjuangan memiliki sejarah yang panjang. Sebuah partai yang telah melihat dan mengawal masa transisi demokrasi di Indonesia,” ujar Nelson.
Ia menambahkan bahwa pengalaman yang dimiliki PDIP menjadi pelajaran berharga bagi Timor-Leste yang masih memperkuat sistem demokrasinya. “Kami tentunya banyak belajar dari PDI Perjuangan untuk kemajuan demokrasi kami,” imbuh Nelson.
Para pemimpin Timor-Leste berharap kunjungan Megawati ke Dili dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste. Hal ini diharapkan dapat terwujud melalui kerja sama antarpemerintah serta komunikasi antarkekuatan politik, dengan semangat persahabatan, rekonsiliasi, dan perdamaian.





