Politik

Megawati Dorong Kader Perempuan Berani Suara Akar Rumput

Jakarta, Maret.id — Pada Senin, 13 Juli 2026, aplikasi dan jingle “Perempuan Penggerak Akar Rumput” diluncurkan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya meneladani perjalanan ideologis Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Keyakinan menciptakan keteguhan, keberanian dan kesabaran yang akan melahirkan kebenaran. Itulah selayaknya yang menjadi energi penggerak,” kata Hasto.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP PDIP, termasuk Djarot Saiful Hidayat, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, dan Sadarestuwati. Hasto mengulas sejarah gerakan perempuan dalam perjuangan bangsa, merujuk pada pengumuman kelompok perempuan yang bergabung dalam gerakan Marhaen pada 25 Juni 1933 di Bandung.

Ia mencatat bahwa gagasan tersebut menjadi bagian dari pemikiran Bung Karno yang tertuang dalam karya-karyanya. Menurut Hasto, perjuangan perempuan telah melalui tiga fase: memperkuat kapasitas, memperjuangkan emansipasi, dan melakukan koreksi terhadap sistem kapitalisme. “PDI Perjuangan menempatkan gerakan perempuan pada fase ketiga,” ujar Hasto.

Hasto juga menambahkan, perempuan penggerak akar rumput memiliki peran penting dalam membangun kedaulatan pangan dan menjamin ketersediaan makanan bergizi. “Kalau kita berbicara tentang ruang lingkup perempuan penggerak akar rumput, sebenarnya sangat luas untuk menjabarkan apa yang dimaksudkan oleh Bu Mega bahwa politik adalah persoalan kehidupan,” imbuh Hasto.

Ia menilai adanya kesenjangan antara cita-cita pendiri bangsa dengan keadaan saat ini. Megawati, lanjutnya, menginginkan kader perempuan menjadi pelopor dalam menggerakkan masyarakat dan memimpin di tingkat akar rumput. Hasto berharap melalui pelatihan ini, kader PDIP dilengkapi dengan keberanian untuk membela kebenaran dan keadilan.

“Maka, pelatihan ToT perempuan penggerak akar rumput ini, selain momentumnya sangat tepat, juga memiliki pijakan historis yang kuat. Beranilah bersuara, beranilah bersikap,” tegas Hasto. Ia juga mengingatkan pesan Megawati bahwa perempuan adalah jalan peradaban.

“Ibu Mega selalu menegaskan bahwa perempuan jalan peradaban. Dalam realitas demokrasi berwatak otoritarianisme populis saat ini, peran kepemimpinan perempuan pelopor sangat penting agar demokrasi semakin kuat berakar,” tambah Hasto.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menggarisbawahi pentingnya penguatan peran perempuan di tingkat akar rumput. Mengutip Bung Karno, ia menegaskan, “Tiada revolusi tanpa perempuan.”

Ia menekankan bahwa perempuan bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek yang ikut menentukan arah pembangunan bangsa. “Pelatihan perempuan akar rumput ini menjadi penting untuk mewujudkan tatanan hidup yang adil dan beradab, sesuai amanat Pancasila,” tutur Bintang Puspayoga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button