Renungan Kudatuli, Fery Sudarsono Serukan Kebebasan Politik DP DPDI Perjuangan Jatim

Jakarta, Maret.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun mengingatkan bahwa kebebasan politik dan demokrasi saat ini tidak muncul secara tiba-tiba. Hal ini merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan pengorbanan besar dari para kader.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam renungan memperingati peristiwa 27 Juli 1996, yang dikenal sebagai Kudatuli, pada Minggu malam. “Peringatan Kudatuli bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga sebagai momentum mewariskan semangat perjuangan kepada generasi penerus,” tutup Fery Sudarsono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun.
Fery menjelaskan bahwa konteks politik menjelang transisi 1996-1997 sangat berbeda dibandingkan dengan kondisi saat ini. Pada masa Orde Baru, ruang untuk kebebasan politik sangat terbatas, dan perjuangan untuk mengekspresikan aspirasi rakyat sering kali harus dibayar dengan nyawa. “Perjuangan itu tidak diperoleh dengan mudah. Teman-teman kami juga menjadi korban dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa 27 Juli. Sampai sekarang, penyelesaiannya masih kami tunggu,” imbuhnya.
Ia mengingatkan agar seluruh kader tidak melupakan sejarah perjuangan pendahulu mereka. Pemahaman akan sejarah, dikatakan Fery, penting bagi generasi saat ini untuk menyadari bahwa demokrasi yang dinikmati adalah hasil dari perjuangan panjang.
Fery juga menekankan pentingnya agar dinamika politik nasional tidak kembali menuju situasi seperti era Orde Baru. “Jangan sampai kondisi politik sekarang kembali seperti zaman Orde Baru. Jangan sampai kebebasan politik kembali dibungkam,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fery menyatakan bahwa sikap kritis PDI Perjuangan tidak berarti menentang pemerintah. Partai ini tetap mendukung program-program untuk rakyat, tetapi tegaskan perlunya fungsi kontrol dan pengawasan sebagai bagian dari sistem demokrasi. “Pada prinsipnya, kami tetap mendukung pemerintahan. Tetapi fungsi pengawasan harus berjalan,” jelasnya.
Renungan Kudatuli di Kabupaten Madiun dihadiri oleh jajaran pengurus DPC dan PAC dengan suasana sederhana. Banyak kader PDI Perjuangan yang terlibat dalam perjuangan masa lalu, beberapa di antaranya telah tiada.
Fery mengajak seluruh kader untuk menjadikan peringatan Kudatuli sebagai momentum menghormati jasa para senior. “Pesan kami kepada seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, renungan malam ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para senior dan kader partai yang telah gugur,” pungkasnya.





