Doding Rahmadi Kukuhkan Pengurus Ranting PDIP Jatim dan Ingatkan Sejarah

Jakarta, Maret.id — Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan seluruh kader partai untuk tetap menghargai sejarah, khususnya peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli.
Peringatan ini disampaikan saat pengukuhan pengurus ranting dan anak ranting se-Kecamatan Pogalan yang berlangsung pada 28 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Desa Ngulankulon. Doding menekankan pentingnya pemahaman sejarah sebagai bekal bagi kader, terutama generasi muda, dalam melanjutkan perjuangan partai.
“Setidaknya menjadi penyemangat. Bahwasanya PDI Perjuangan memang partai perjuangan dan sejarah. Ketika peristiwa Kudatuli, bukan hanya tenaga dan pikiran, tetapi juga nyawa taruhannya,” kata Doding.
Ia juga menyoroti tanggung jawab kader senior untuk mewariskan semangat perjuangan kepada kader muda. Hal ini dianggap vital agar mereka memahami proses panjang yang dilalui PDI Perjuangan hingga dapat mencapai posisinya saat ini.
“Karena PDI Perjuangan adalah partai sejarah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, itu yang harus dicamkan,” tegas Doding.
Selain menekankan nilai sejarah, Doding mendorong pengurus ranting dan anak ranting yang baru dilantik untuk segera memperkuat konsolidasi organisasi dan hadir di tengah-tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pengurus di Kecamatan Pogalan telah memenuhi komposisi yang diharapkan, termasuk keterwakilan kader muda dan perempuan. “Untuk Kecamatan Pogalan, kriterianya sudah terpenuhi. Mulai komposisi milenial hingga keterwakilan perempuan. Kami berharap secepatnya tancap gas,” ujarnya.
Doding juga menegaskan bahwa pengurus di tingkat ranting dan anak ranting merupakan ujung tombak partai yang harus peka terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Kader harus tanggap dan siap ketika rakyat membutuhkan tenaga dan pikiran. PDI Perjuangan itu kuat karena salah satunya getol membela wong cilik,” pungkasnya.
Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) Kecamatan Pogalan dihadiri oleh seluruh pengurus dari 10 desa, termasuk Bendorejo, Gembleb, Kedunglurah, Ngadirejo, Ngadirenggo, Ngetal, Ngulankulon, Ngulanwetan, Pogalan, dan Wonocoyo.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Trimo Dwi Cahyono serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Guswanto.





