Politik

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Tetap Khidmat Tanpa Prabowo

Jakarta, Maret.id — Ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto tidak mengurangi khidmatnya pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Ribuan jemaah tetap larut dalam doa bersama untuk bangsa menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Zikir dan Doa Kebangsaan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun bangsa Indonesia. Acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 100.000 orang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Pelataran Monas dipenuhi oleh jemaah dari beragam latar belakang agama, yang berbaur untuk memanjatkan doa bagi Indonesia. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara 1 MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, Tahun 2026.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MPR Ahmad Mujani berharap agar zikir dan doa yang dipanjatkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa, mudah-mudahan semua zikir, doa, dan salawat kita diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

Ia also berharap bangsa Indonesia dihindarkan dari perpecahan dan malapetaka. “Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah SWT, kesehatannya, umurnya, dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridhonya,” imbuhnya.

Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir untuk melantunkan zikir, doa, dan salawat kebangsaan, yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Selain Ketua MPR, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie, dan Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, serta tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button