Prabowo Dinilai Mengalami Masalah Komunikasi di Publik

Jakarta, Maret.id — Narasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam setiap pidatonya seringkali memicu kontroversi di publik.
Jurnalis senior Lukas Luwarso menyampaikan pandangannya mengenai hal ini dalam podcast Madilog bersama Darmawan Sepriyossa.
Ia menilai bahwa pidato Prabowo cenderung berisi “omon-omon” dan tidak memberikan inspirasi bagi rakyat. “Isinya adalah, kalau istilah saya boleh ditekankan, dia (Prabowo) sedang mengalami ‘diare kata-kata’. Jadi kayak orang diare, tapi ini kata-kata,” ujar Lukas.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kata-kata yang disampaikan Prabowo tampak tidak terkontrol. Lukas mengungkapkan, “Kalau sekali dua kali pidato mengalami penyakit diare kata-kata, kita maklum lah.”
Namun, ia menegaskan bahwa hampir setiap pidato Prabowo memperlihatkan fenomena serupa. “Tapi kalau setiap kali pidato sekarang selalu memunculkan istilah-istilah aneh, makian, dan hardikan yang ditujukan kepada rakyat dan kelompok kritis, itu kan tidak bisa disebut lain, selain memang ‘diare kata-kata’,” jelasnya.
Lukas berpendapat bahwa hal ini dipengaruhi oleh berbagai peristiwa politik yang menjadi beban bagi Prabowo. “Ya karena ada virus yang mendominasi pemikiran Prabowo. Dia ini kan politikus yang mengalami banyak trauma,” kata Lukas.
Ia mengingatkan kembali momen tahun 1998, di mana Prabowo berada di pusat gejolak politik Indonesia. “Dia harus ke Yordan selama lebih dari setahun. Dia membawa beban politik di punggungnya,” pungkasnya.





