Politik

Teriakan Prabowo Hidup Jokowi Strategi Menang Pemilu 2024

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto pernah mengenang momen ketika ia berteriak “Hidup Jokowi” pada peringatan HUT ke-17 Partai Gerindra, pada Februari 2025.

Menurut jurnalis senior, Lukas Luwarso, dalam podcast Madilog bersama Darmawan Sepriyossa, pernyataan tersebut menandai akhir dari hubungan harmonis antara Prabowo dan Jokowi.

Lukas mengemukakan teori strategi ala Sun Tzu yang menunjukkan bahwa politik harus fleksibel dan adaptif. “Jadi politik itu seperti air, harus fleksibel dan adaptif. Dan yang lima, yang paling penting,” ungkap Lukas.

Ia menjelaskan bahwa narasi “Hidup Jokowi” merupakan bagian dari strategi Prabowo yang menggunakan elemen tipu daya sebagai alat untuk menganalisis dinamika politik di antara mereka.

“Kalau orang cenderung hanya ingin mendukung, kenapa harus berteriak ‘Hidup Jokowi’? Ini menunjukkan bahwa Prabowo sedang mengalami kesulitan di dalam partainya,” jelasnya.

Lukas menekankan bahwa teriakan tersebut mencerminkan adanya ketegangan internal di Gerindra terkait posisi Prabowo dalam hubungannya dengan Jokowi.

“Sekarang saya boleh katakan bahwa teriakan ‘Hidup Jokowi’ yang kontroversial itu adalah awal dari akhir hubungan yang harmonis antara Prabowo dan Jokowi,” imbuh Lukas.

Ia mencatat bahwa anggota Gerindra memiliki ketidakpuasan terhadap anggapan bahwa Prabowo menjadi ‘boneka’ Jokowi.

Sementara itu, Prabowo berencana untuk mencalonkan diri kembali pada 2029 meskipun baru enam bulan menjabat sebagai presiden. Ini meningkatkan spekulasi terkait kesepakatan sebelumnya yang mengindikasikan bahwa ia hanya akan memegang jabatan selama 2,5 tahun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button