Politik

Survei: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo

Jakarta, Maret.id — Survei terbaru yang dilakukan oleh Panel Survey Indonesia (PSI) menggambarkan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Gibran dalam 21 bulan masa jabatannya. Penilaian ini mencakup berbagai aspek program seperti MBG, BPJS Kesehatan, Efisiensi Anggaran, Sekolah Rakyat, Bansos BLT, serta stabilitas dan ketersediaan sembako.

“Hasil survei menunjukkan bahwa 80,4 persen masyarakat menyatakan puas, sementara 16,7 persen tidak puas dan 2,9 persen memilih tidak memberikan jawaban,” ujar Direktur Eksekutif PSI, Djusman H. Umar. Djusman menambahkan bahwa konsentrasi pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan dan pengamanan sosial menjadi salah satu faktor utama peningkatan tingkat kepuasan masyarakat.

Sehubungan dengan kebermanfaatan program MBG, responden menunjukkan bahwa 73,2 persen ingin program ini dilanjutkan. Sementara itu, 20,8 persen menyatakan ingin program ini dihentikan dan 6 persen tidak memberikan jawaban.

Untuk program BPJS Kesehatan, sebanyak 87,4 persen responden juga ingin program ini terus dilanjutkan, sedangkan 10,4 persen ingin program ini dihentikan dan 2,2 persen memilih tidak memberikan jawaban.

Dalam hal efisiensi anggaran, 76,1 persen responden menilai efisiensi anggaran sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Namun, 21,9 persen berpandangan bahwa program ini belum memenuhi harapan, sedangkan 2 persen tidak memberikan jawaban.

Terkait Program Sekolah Rakyat, 81,7 persen responden menyatakan puas, sementara 13,6 persen tidak puas dan 4,7 persen memilih tidak menjawab. Untuk Program Bansos-BLT, 85,5 persen responden meminta program ini dilanjutkan, sementara 8,2 persen tidak setuju dan 6,3 persen tidak memberikan jawaban.

Dari survei juga terlihat bahwa 77,4 persen responden puas dengan kebijakan stabilitas harga dan ketersediaan sembako. Namun, 18,7 persen menyatakan tidak puas, sementara 3,9 persen memilih tidak memberikan jawaban.

Djusman menilai tingkat kepuasan yang tinggi di kalangan responden disebabkan oleh peningkatan pemahaman masyarakat terhadap program-program sosial prioritas pemerintah. “Utamanya, meluas dan fahamnya pengetahuan masyarakat terhadap program-program sosial prioritas pemerintahan Prabowo Gibran selama hampir dua tahun ini,” pungkasnya.

Survei dilakukan pada 20-27 Juli 2026 dengan melibatkan 1.270 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling dengan pengumpulan data melalui wawancara tatap muka. Survei ini menetapkan toleransi kesalahan 2,75 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button