Politik

Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Air Minum hingga Nuklir

Jakarta, Maret.id — Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan peninjauan terhadap pameran hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum berdialog dengan sekitar 150 peneliti. Ini merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Didampingi oleh Kepala BRIN Arif Satria, Presiden Prabowo mengunjungi berbagai stan yang menampilkan inovasi dalam bidang energi, kesehatan, pertahanan, dan teknologi lainnya. Selama peninjauan, Prabowo terlihat aktif berinteraksi dengan para peneliti, menggali potensi penerapan teknologi yang dianggap strategis bagi kepentingan nasional.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Presiden adalah unit pengelolaan air darurat yang mampu mengolah berbagai jenis air menjadi air siap minum. Prabowo langsung mencoba teknologi tersebut. Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa inovasi yang ditampilkan adalah bagian dari pembangunan kemandirian teknologi nasional.

Arif juga menyoroti teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework (MOF), yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Susumu Kitagawa, peraih Nobel Kimia 2025. “Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG,” tegas Arif.

Di sektor kedirgantaraan, BRIN mengembangkan teknologi mulai dari desain pesawat hingga satelit. Pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia untuk diproduksi, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur pada awal 2027 untuk kebutuhan data nasional.

Dalam bidang pertahanan, BRIN memperkenalkan Pesawat Udara Nirawak (Puna) Alap-Alap yang dapat beroperasi hingga enam jam dengan jangkauan 100 kilometer. Selain itu, BRIN juga menampilkan inovasi kendaraan listrik dan teknologi kesehatan seperti vaksin dan alat diagnosis.

Di sektor industri, BRIN mengembangkan sepatu sekolah berbahan karet lokal dengan biaya produksi yang efisien serta smart insole untuk rehabilitasi medis. Arif mengungkapkan bahwa BRIN sedang fokus pada penguasaan teknologi strategis lainnya, termasuk pengolahan mineral kritis dan teknologi nuklir.

“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir dari sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulainya sepenuhnya dari nol,” tuturnya. Arif menekankan bahwa semua inovasi yang ditampilkan adalah bukti kemampuan Indonesia dalam membangun teknologi untuk menjawab kebutuhan bangsa.

Dia optimistis bahwa dukungan dari Presiden Prabowo akan memperkuat sinergi antara dunia riset, pemerintah, industri, dan masyarakat. “Dengan arahan dan dukungan Bapak Presiden, riset dan inovasi Indonesia akan semakin mampu mendukung pelaksanaan asta cita, mempercepat pencapaian prioritas nasional sebagai fondasi Indonesia Emas 2045,” imbuh Arif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button