Politik

Prabowo Instruksikan BRIN Kaji Penerapan E100 seperti Brasil

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghitung berbagai implikasi teknis dan kebijakan terkait peningkatan pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel dan bioetanol.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa pihaknya diminta mengkaji secara komprehensif peluang penerapan campuran biodiesel mulai dari B60 hingga B100.

Presiden juga mengarahkan agar penerapan bioetanol dimulai dengan E30 dan berpotensi mencapai E100, seperti yang telah diterapkan di Brasil. “Kita diminta untuk mengkaji apa implikasi kalau kita terapkan B60, apa implikasi kalau kita terapkan B100. Kemudian bagaimana kalau E30, karena Brasil sudah sampai E100,” kata Arif Satria.

Sebelumnya, Prabowo memutuskan untuk membangun setidaknya 30 pabrik pendukung produksi bioetanol berbahan baku tebu. Ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan bensin campuran etanol di Indonesia, yang diumumkan saat acara Panen Raya Terintegrasi Tebu, Padi, dan Kedelai di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 17 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi bensin campuran etanol 10 persen (E10) dan menargetkan peningkatan hingga E20. Untuk mewujudkan target ini, pemerintah akan memperluas fasilitas produksi bioetanol di berbagai daerah.

“Dan hari ini kita dipaparkan, saya melihat pameran, sudah mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur etanol. Kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyatakan optimistis bahwa Indonesia mampu mengejar negara-negara yang lebih dahulu mengembangkan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan, seperti Brasil dan India.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button