Elite PBNU Fokus Tambang, Terlewat Memimpin Jamiyah

Jakarta, Maret.id — Kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU telah mendapatkan mandat untuk fokus pada pembinaan dan pengembangan jam’iyah demi perbaikan kehidupan kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU).
“Inilah dua kata kunci yang menjadi amanat, yaitu pembinaan dan pengembangan,” ujar KH Ahmad Baso, seorang intelektual dan penulis NU, dalam keterangan resminya.
Namun, beberapa pengamat menilai bahwa selama lima tahun terakhir, program-program yang dijalankan cenderung berorientasi ke atas. Ahmad Baso mengungkapkan, “Maaf, program yang dijalankan lebih banyak berorientasi ke atas, sibuk mencari berbagai akses, termasuk urusan tambang.”
Ia mencatat bahwa upaya untuk memperkuat jamaah nyaris dilakukan secara minim. “Pembinaan nol besar, pengembangan juga nol besar,” tegasnya.
Ahmad Baso juga menyoroti masalah dalam pembinaan internal di PBNU. Menurutnya, kelompok kanan lebih mendominasi di dalam organisasi. “Lebih percaya kepada orang luar daripada kepada internal sendiri yang seharusnya menjadi rujukan,” ujarnya.
Ia menganggap situasi ini sebagai penyimpangan dari khittah organisasi. “Ini menjadi contoh bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap khittah organisasi,” imbuhnya, merujuk pada pesan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengenai amanah para ulama dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Menurutnya, amanah tersebut mencakup misi li ishlahi al-masa’il ad-diniyyah wal-ijtima’iyyah, yang berarti melakukan perbaikan dalam aspek keagamaan dan kemasyarakatan. “Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari berpesan kepada para ulama untuk mengemban amanah ini,” kata Ahmad Baso.
Dengan melihat kondisi tersebut, Ahmad Baso menilai kepemimpinan yang tidak memenuhi mandat perbaikan sudah seharusnya tidak dilanjutkan. Ia menekankan bahwa masalah ini bukan hanya terkait politik organisasi, tetapi juga tanggung jawab moral atas amanah yang diberikan.
“Oleh karena itu, jangan lagi memilih pemimpin yang telah melanggar amanah organisasi, yang baiatnya sudah batal sejak ia tidak menjalankan mandat tersebut. Ini menjadi catatan bagi kita semua,” pungkasnya.





