Politik

OMC Terkendala Cuaca, Pemadaman Bromo dengan Water Bombing

Jakarta, Maret.id — Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat oleh pemerintah. Langkah ini mencakup penggunaan teknik water bombing dan pengerahan pasukan darat.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi cuaca saat ini. Menurut analisis teknokratik, peluang untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam sepuluh hari ke depan sangat kecil.

“Operasi Modifikasi Cuaca tidak bisa dilakukan sampai 10 hari ke depan. Tadi sudah saya telepon langsung kepada Kepala BMKG, tadi juga ada staf beliau yang datang. Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC,” ujar Raja Antoni usai mengecek kondisi kebakaran di Bromo, Minggu, 9 Agustus 2026.

Strategi pemadaman kini akan difokuskan pada dua cara utama, yaitu water bombing dari udara dan pengerahan pasukan darat. Kedua metode ini akan dijalankan secara berkelanjutan hingga api berhasil dipadamkan dan kawasan kembali dapat beroperasi.

Operasi water bombing akan terus berlangsung sampai kondisi kebakaran benar-benar terkendali. Tidak akan ada penghentian pada operasi udara ini hingga kawasan dinyatakan aman bagi aktivitas publik.

“Hari ini 30 water bombing, tinggal 10 lagi karena sudah 20. Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi baru nanti water bombing-nya berhenti,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button