Munas KBPP Polri Ditunda, Evita Nursanty Terus Pimpin!

Jakarta, Maret.id — Seiring dengan perkembangan situasi di kepengurusan organisasi, Ketua Umum Komunitas Bhakti Polda Polri (KBPP Polri) Evita Nursanty memutuskan untuk menunda Musyawarah Nasional (Munas) KBPP Polri sebanyak enam bulan. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang dalam sidang yang dihadiri oleh perwakilan anggota.
Penjelasan Pimpinan Sidang
Pimpinan Sidang Enita Adyalaksmita menyampaikan, penundaan Munas KBPP Polri sudah sesuai dengan Peraturan Organisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah diverifikasi. Penetapan calon ketua umum direncanakan akan dilakukan pada 19 April 2026. “Di dalam persidangan, sebagian peserta meminta untuk membatalkan Munas agar bisa ada pencalonan baru. Namun sebelumnya, telah ditetapkan dan diverifikasi bakal calon ketua umum,” jelas Enita.
Penolakan Terhadap Usulan Pembatalan
Menurut Enita, komite pengarah atau steering committee telah menolak untuk melanjutkan Munas KBPP Polri karena usulan yang diajukan melanggar PO AD/ART. “Keputusan untuk menunda Munas sudah disetujui oleh semua peserta dan telah dikukuhkan oleh pimpinan sidang, sehingga sidang telah ditutup,” ujar Enita. Ia menekankan bahwa penundaan Munas ini dilakukan semata-mata demi kepentingan organisasi dan untuk menjaga stabilitas.
Posisi Ketua Umum KBPP Polri
Dalam keterangannya, Enita menambahkan bahwa dengan penundaan Munas, posisi Ketua Umum KBPP Polri saat ini masih belum demisioner. “Penundaan ini merupakan langkah bijak dan demokratis yang diambil karena telah mendapatkan persetujuan dari seluruh peserta,” pungkas Enita. Sebelumnya, Munas KBPP Polri dibuka oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Karyoto, pada Jumat, 15 Mei 2026, yang menjadi momen penting untuk membahas agenda organisasi ke depan.
Keputusan ini menunjukkan komitmen KBPP Polri untuk tetap menjaga kestabilan organisasi di tengah dinamika yang terjadi. Melalui langkah ini, diharapkan organisasi dapat menemukan solusi terbaik dalam menentukan pemimpin yang sesuai harapan para anggotanya.





