Politik

Menteri Dody Tolak Cabut Beasiswa ASN yang Terlibat Suap!

Jakarta, Maret.id — Dua aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) telah dipanggil kembali ke Indonesia saat mereka sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Keduanya menggunakan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Tindakan Tak Terpuji Selama Studi di Luar Negeri

Dody, seorang pejabat di Kementerian PU, mengungkapkan bahwa penarikan kedua ASN tersebut berkaitan dengan tindakan yang dianggap tidak etis selama mereka menuntut ilmu di luar negeri. Kesempatan tersebut disampaikan saat Dody melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wonosobo pada tanggal 15 Mei 2026.

“Saya tegaskan bahwa itu adalah wewenang Pak Purbaya,” kata Dody kepada wartawan. Diketahui bahwa keduanya tidak hanya dipanggil untuk kembali, tetapi juga telah menjalani pemeriksaan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU.

Hubungan dengan Dugaan Suap dan Pelesetan Program Pemerintah

Dalam penjelasannya, Dody menyebutkan bahwa salah satu ASN di London dituduh melakukan tindakan mencemooh program pemerintah, sedangkan ASN lainnya yang sedang belajar di Jepang diduga terlibat dalam kasus suap. Dody menjelaskan, “Jadi memang ada dua ASN kita yang kita panggil pulang. Satu terkait masalah suap. Ada satu lagi yang di London, masalah etik.”

ASN yang berada di Jepang sudah dipanggil dan sedang menjalani proses pemeriksaan oleh aparat penegak hukum (APH). “Sementara itu, ASN yang berada di London masih kita tunggu kedatangannya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sambungnya.

Sanksi yang Menunggu Hasil Pemeriksaan

Dody menegaskan bahwa setelah hasil pemeriksaan dari BPSDM keluar, kementeriannya akan memberikan sanksi tegas kepada kedua ASN tersebut. “Biar diperiksa dulu sama teman-teman dari BPSDM. Nanti kemudian kita akan ada sanksinya,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan sangat penting untuk memastikan kepatuhan kedua ASN terhadap kode etik serta peraturan yang berlaku. Dody berharap semua proses ini akan selesai dalam waktu dekat, dengan ASN di London diharapkan tiba pada akhir minggu untuk menyelesaikan pemeriksaan.

Kegiatan penegakan disiplin ini menandakan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas ASN, terutama dalam menjalani fungsi pelayanan publik saat berada di luar negeri. Proses ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa seluruh pegawai negara bersikap profesional dan menjunjung tinggi citra pemerintah Indonesia di mata dunia internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button