Politik

Gus Salam Dapat Dukungan Keluarga Bani Bishri Maju Caketum PBNU

Jakarta, Maret.id — Dukungan untuk KH Abdussalam Shohib, atau Gus Salam, sebagai calon Ketua Umum PBNU semakin menguat. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar di Jombang.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026. “Maju bukan untuk jabatan, tapi untuk khidmah. Bismillah,” katanya dalam keterangan resmi pada Senin, 10 Agustus 2026.

Dukungan puncak datang dari keluarga besar Bani Bishri Syansuri, yang memberikan izin dan restu kepada Gus Salam dalam sebuah silaturahmi keluarga di ndalem kasepuhan PP Mamba’ul Ma’arif. “Temu silaturrohim Bani Bishri ini sengaja kami lakukan 17 hari jelang Muktamar ke-35 NU dilaksanakan agar tidak ada yang ambigu saat saya berikhtiar menjadi ketua umum PBNU,” ungkap Gus Salam.

Menurut Gus Salam, meminta restu kepada keluarga Bani Bishri dan pesantren lainnya merupakan bagian dari etika. Ia beritkan akan melakukan silaturahmi dengan keluarga PP Lirboyo dan PP Al-Falah Ploso di Kediri.

“Gus Salam percaya bahwa keluarga pesantren memegang peran penting dalam sejarah NU. Sebelum bersilaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia, ia akan sowan kepada para ulama dan kiai di berbagai daerah,” imbuhnya.

“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Tanpa doa dan restu mereka, kita bukan apa-apa,” tegasnya tentang pentingnya tradisi dalam kepemimpinan PBNU ke depan.

Ketua Yayasan PP Mamba’ul Ma’arif, Nyai Hj. Muflichah Shohib, yang juga kakak kandung Gus Salam, memberikan pesan saat silaturahmi Bani Bishri. Ia meminta agar Gus Salam menata niat dan meneladani perjuangan kakeknya, KH Bishri Syansuri.

“Ini bukan sekadar restu, tapi amanah untuk melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri dalam menjaga NU,” ujarnya. Ia mendoakan agar Gus Salam, jika diberi amanah, mampu menjalankan tugas dan memberi teladan bagi umat.

“Jangan sekali-kali mengecewakan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama, terutama keluarga besar Bani Bishri Syansuri,” tegasnya. Nyai Muflichah berpesan agar kepemimpinan Gus Salam tidak hanya emosional, tetapi juga berakar pada amanah arus bawah untuk memimpin NU di awal abad kedua jam’iyyah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button