Politik

Kopdes Merah Putih Dianggap Berpotensi Masalah Seperti MBG

Jakarta, Maret.id — Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan dukungan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, program ini merupakan upaya positif untuk membangun ekonomi di tingkat desa.

Namun, Mahfud meminta agar pemerintah berhati-hati dalam implementasinya. Ia menyatakan, “Menurut saya ini program baik, idenya baik karena dia mau membangun ekonomi dari desa-desa. Tapi hati-hati agar tidak terjerembab seperti MBG,” tutur Mahfud melalui kanal YouTube miliknya.

Mahfud menyentuh permasalahan yang muncul dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkapkan, kekhawatiran terdapat kritik yang dianggap sebagai keberpihakan kepada pihak asing. “Program tersebut tetap membutuhkan evaluasi dan perbaikan,” imbuhnya.

Ia menyoroti kasus dugaan korupsi dan insiden keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG. “Karena terbukti sekarang korupsi MBG besar-besaran dan sekarang sudah diperbaiki, meskipun perbaikannya masih menyisakan masalah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahfud menekankan bahwa dukungannya terhadap program pemerintah tidak berarti mengabaikan persoalan yang ada. “Kita dukung yang baik jalan tapi harus diperbaiki,” ujarnya.

Terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih, Mahfud berpendapat bahwa konsepnya perlu dikaji lebih mendalam. Ia berkomentar, “Konsep Kopdes ini aneh, tidak seperti konsep yang dibicarakan oleh Bung Hatta,” tegasnya.

Mahfud menambahkan bahwa modal untuk Koperasi Desa Merah Putih seharusnya merupakan kontribusi dari masyarakat, bukan berasal dari pinjaman negara. “Dipinjam dari uang negara dari bank-bank Himbara. Kemudian ada bunga 6 persen,” imbuhnya.

Ia mempersoalkan mekanisme pengembalian pinjaman serta pembagian keuntungan kepada anggota koperasi. “Siapa yang nantinya akan menerima dividen apabila koperasi menghasilkan keuntungan?” tuturnya.

Meskipun demikian, Mahfud tetap mendukung keberadaan Koperasi Desa Merah Putih. Ia menegaskan pentingnya perbaikan sejak awal untuk menghindari masalah di masa mendatang. “Kita setuju koperasi, tinggal diperbaiki agar tidak terjerembab,” pungkas Mahfud.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button