Politik

Trans-Sumatra dan Trans

Jakarta, Maret.id — Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta api Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan berpotensi mengubah peta konektivitas, distribusi logistik, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai bahwa rencana tersebut harus dipahami lebih dalam daripada sekadar proyek pembangunan rel.

“Apabila benar-benar diwujudkan secara terintegrasi, jaringan tersebut dapat menjadi instrumen strategis untuk mengubah struktur ekonomi Indonesia,” kata Amir.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur transportasi merupakan salah satu instrumen penting dalam pembentukan kekuatan ekonomi suatu negara.

Ketika suatu wilayah kaya sumber daya alam memiliki akses transportasi yang terbatas, nilai ekonominya tidak dapat dimaksimalkan.

Sebaliknya, ketika wilayah produksi terhubung dengan pusat industri dan pelabuhan, biaya distribusi bisa ditekan dan investasi menjadi lebih menarik.

“Rel adalah urat nadi ekonomi. Siapa yang menguasai dan mengintegrasikan konektivitas, dia memiliki kemampuan lebih besar untuk mengendalikan arus ekonomi,” imbuh Amir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button