Politik

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Kalahkan Maluku 4

Jakarta, Maret.id — Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) meraih kemenangan perdana di Soekarno Cup 2026 setelah mengalahkan Maluku dengan skor tipis 4-3.

Pertandingan ini berlangsung di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, pada Selasa sore (11/8/2026) dengan ketegangan tinggi selama pertandingan.

Maluku unggul lebih dulu lewat gol Irfan Lapandewa pada menit ke-20, tetapi Kalimantan Barat dengan cepat menyamakan kedudukan.

Sergio Peres membawa Maluku kembali memimpin dengan gol kedua sebelum turun minum, menjadikan skor 2-1.

Di babak kedua, Banteng Kalimantan Barat menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan menyamakan kedudukan lewat Paris Hisabullah, dan kemudian berbalik unggul 3-2 melalui Muhammad Abi Rehan.

Namun, Maluku tidak menyerah dan berhasil menyamakan skor 3-3 sebelum Kalimantan Barat mencetak gol kemenangan di detik-detik terakhir.

Pelatih Banteng Kalimantan Barat, Helis Daryanto, mengakui bahwa para pemainnya sempat mengalami ketegangan di awal pertandingan. “Memang partai pertama lebih tegang. Mungkin pengalaman anak-anak bermain di level yang lebih tinggi baru kali ini dengan euforia yang sangat besar,” kata Helis.

Ia juga menyoroti strategi yang diterapkan dengan memberikan keleluasaan kepada pemain senior. “Di depan, kita tidak memberikan target dan beban, sehingga secara keseluruhan anak-anak bermain rileks,” tambahnya.

Meski menang, ia mencatat beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama kinerja penjaga gawang yang dinilai kurang tenang.

Tim akan berlatih lebih keras menjelang pertandingan melawan Banteng Jatim pada Kamis (13/8/2026). “Salah satunya kiper ya, kiper kita evaluasi kemudian di lini tengah kita yang akan kita evaluasi,” tegasnya.

Di sisi lain, pelatih Maluku, Halid Latuamury, tetap optimis meskipun timnya kalah. Ia menargetkan timnya bisa lolos dari grup dengan meraih kemenangan di pertandingan tersisa. “Targetnya lolos grup. Untuk pertandingan kedua kita wajib menang agar ada peluang lolos. Targetnya 6 poin,” ungkap Halid.

Ia juga menjelaskan bahwa persiapan tim sangat singkat, hanya sekitar tiga minggu, setelah melalui turnamen regional di Maluku.

Namun, Halid mengungkapkan keprihatinan terhadap ketimpangan regulasi pemain senior dalam turnamen ini. “Pemain senior dari Kalimantan Barat sudah sampai 30 tahun, sedangkan kita membawa pemain di bawah 22 tahun,” keluh Halid.

Dengan kemenangan ini, Kalimantan Barat kini memiliki modal berharga di Grup A, sementara Maluku harus segera melakukan evaluasi untuk menghadapi Jawa Barat. Kedua pelatih kini fokus untuk mengatasi masalah dan meningkatkan disiplin pemain menjelang pertandingan penting berikutnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button