Politik

DPR Dorong Pemangkasan BUMN Anak

Jakarta, Maret.id — Rantai anak hingga cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak lagi memiliki fungsi strategis sedang didorong untuk dipangkas.

Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih ramping dan efisien. Perampingan juga diperlukan agar anggaran BUMN tidak terserap untuk kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, menyatakan dukungan terhadap kebijakan streamlining BUMN sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Danantara. Menurutnya, streamlining tidak hanya berlaku untuk PT Pertamina, tetapi harus diimplementasikan pada seluruh BUMN.

“Di RKAP Danantara di awal tahun kepada kami Komisi VI, itu seluruh BUMN itu harus dilakukan streamlining,” ujar Firnando dalam keterangannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Perampingan ini dianggap perlu untuk mencegah pemborosan akibat keberadaan anak hingga cucu perusahaan yang tidak lagi menjalankan fungsi strategis. “Jadi ini saatnya kita untuk merampingkan BUMN, efisiensi BUMN, dan harus memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Tidak membuang-buang uang BUMN,” tegasnya.

Proses streamlining juga diminta untuk tidak berjalan lambat. Firnando menekankan bahwa perampingan struktur dapat membantu BUMN dalam mengambil keputusan lebih cepat serta meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan.

Untuk Pertamina, perampingan diarahkan pada unit usaha yang berada di luar bisnis inti perusahaan di sektor energi dan sumber daya mineral. Bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan fokus tersebut dianggap perlu dipisahkan.

“Yang dimaksud streamlining itu kan yang di luar dari fokusnya Pertamina. Pertamina itu kan energi sumber daya mineral, jadi misalnya rumah sakit itu harus dipisahkan, mungkin pesawatnya juga harus dipisahkan, mungkin bisnis-bisnis lain yang di luar dari energi sumber daya mineral itu harus dipisahkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemangkasan rantai anak dan cucu perusahaan BUMN, terutama pada sektor strategis seperti Pertamina dan PLN.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa proses perampingan (streamlining) telah dilakukan terhadap 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026. “Arahan-arahan beliau (Presiden) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga,” kata Rosan di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button