Politik

Ekonomi Terancam Memburuk Jika Kebebasan Pers Ditekan

Jakarta, Maret.id — Akademisi dan pengamat sosial politik Ubedilah Badrun menekankan pentingnya jurnalisme kritis yang berpihak pada kepentingan publik. Ia memperingatkan agar jurnalisme tidak berfungsi sebagai corong kekuasaan.

Pers, menurut Ubedilah, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses verifikasi dan penyaringan yang ketat. “Jurnalisme kritis tidak cukup hanya memenuhi unsur 5W+1H, tetapi harus mampu menggali informasi secara mendalam dan melakukan verifikasi secara ketat,” tuturnya.

Dalam diskusi terkait karakter jurnalisme kritis pada Pelatihan Jurnalistik Tematik Dewan Pers, ia menyatakan bahwa pembentukan skeptisisme yang sehat terhadap setiap informasi adalah bagian penting dari tugas jurnalis. Ubedilah juga menjelaskan adanya tekanan pada pers dalam bentuk “sensor siluman” yang mengancam kebebasan jurnalis.

Ia mendorong para jurnalis dan media untuk membangun jaringan alternatif demi keberlangsungan publikasi saat menghadapi tekanan tersebut. “Ini kerja kolektif,” imbuhnya, saat menekankan pentingnya publikasi lintas jaringan untuk memperluas jangkauan informasi.

Ubedilah menilai bahwa intervensi terhadap pers dapat berimplikasi lebih jauh daripada sekadar masalah demokrasi dan kebebasan informasi. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bisa memiliki konsekuensi terhadap ekonomi nasional. “Investor takut melakukan investasi di negara yang persnya ditekan. Pers ditekan, ekonomi makin buruk,” kata Ubedilah.

Selanjutnya, ia menggarisbawahi keterkaitan antara kebebasan pers dan iklim investasi di suatu negara. Ubedilah menyoroti tren penurunan kebebasan pers yang perlu dijadikan perhatian, mengingat peran penting pers dalam menjaga kontrol publik terhadap pemerintahan.

Namun, Ubedilah juga mencatat tantangan internal yang dihadapi oleh pers, termasuk kebutuhan modal untuk menjaga keberlangsungan perusahaan media. Ia mengungkapkan bahwa kesulitan ekonomi yang dialami pers tidak bisa dilepaskan dari praktik ekonomi yang tidak sehat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button