Sonny Cerita Sinergi Nasionalis

Jakarta, Maret.id — Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi untuk periode 2026–2030 berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Acara ini digelar di Yayasan Roudlotul Huda, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Mengusung tema “Menghijaukan Bumi, Memperkuat Ketahanan Pangan: Khidmah LPPNU untuk Banyuwangi,” pelantikan dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Di antara mereka terdapat anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, serta jajaran pengurus PCNU Banyuwangi.
Muhammad Yusuf dan Syaiful Nor Hakim resmi terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris LPPNU Banyuwangi untuk empat tahun ke depan. H. Achmad Turmudzi, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, mengucapkan selamat dan berharap LPPNU tidak hanya berfungsi secara administratif.
“Pengurus LPPNU harus rajin turun ke bawah, mendengarkan langsung keluhan wong cilik di sawah-sawah,” ujar H. Achmad Turmudzi. Ia menyerukan agar LPPNU menjadi solusi nyata bagi petani.
Pesan tersebut sejalan dengan orasi kebangsaan dari Sonny T. Danaparamita. Dalam sambutannya, Sonny merasa seperti di rumah sendiri, meski mengakui tidak memiliki KARTANU.
Sonny menegaskan komitmennya untuk menghidupi akhlak seorang santri. Ia mengutip pandangan KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) mengenai makna santri yang lebih luas dari sekadar mereka yang mondok.
“Ruh seorang santri terletak pada sifat tawadhu, semangat belajar sepanjang hayat, moderat, dan cinta tanah air,” kata Sonny.
Ia juga berbagi kesan saat diminta panitia untuk memasukkan mobilnya ke halaman acara. “Saya merasa kurang adab kalau mobil saya harus berhenti hanya beberapa meter dari panggung tempat para kiai dan tokoh NU duduk,” imbuhnya.
Sonny menggarisbawahi kesamaan perjuangan antara kaum nasionalis dan Nahdliyin. Keduanya dianggap memperjuangkan nasib golongan yang terpinggirkan.
“Dua diksi tersebut hakikatnya memiliki makna yang sama,” tegas Sonny, mengacu pada pandangan Bung Karno mengenai masyarakat marhaen.
Sonny juga mengungkapkan pentingnya memperkuat hubungan antara kaum nasionalis dan santri dalam sejarah bangsa.
“Kontrak politik pada Pemilu 2014 yang berujung pada penetapan Keppres tentang Hari Santri lahir dari kolaborasi alumni GMNI,” jelas Sonny.
Sebagai wujud komitmen terhadap kolaborasi, Sonny membawa 1.000 bibit tanaman produktif untuk diserahkan kepada masyarakat.
Sebanyak 500 bibit ditanam secara simbolis saat acara pelantikan, dengan sisanya akan didistribusikan bertahap melalui LPPNU. Program ini diharapkan mendukung kemandirian ekonomi petani.
Merespons rencana LPPNU Banyuwangi untuk memberikan bantuan alat pertanian, Sonny menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi.
“Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, saya siap mendampingi petani kita demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Sonny.





