Politik

Krisis Air Bersih Meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kirim Bantuan

Jakarta, Maret.id — Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di Kecamatan Sumberrejo, warga Desa Deru dan Desa Margoagung kini sangat bergantung pada pasokan bantuan air darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi yang paling parah dialami warga RT 003 RW 001 Desa Deru. Selain masalah kekeringan, pompa dari satu-satunya sumber air desa mengalami kerusakan teknis, sehingga distribusi air ke rumah-rumah warga terhenti total.

“Untuk memasak, mandi, dan minum saja kami bingung. Sumber air memang sulit, ditambah lagi alatnya rusak,” tutur Sunaryo, seorang warga setempat, saat ditemui di lokasi pendistribusian air.

Di Desa Margoagung, situasi serupa terjadi. Di RT 008 RW 003, sumur-sumur warga dilaporkan mengering sejak dua pekan terakhir. Warga terpaksa menghemat penggunaan air dan membeli air kemasan galon untuk kebutuhan mendesak.

“Sudah hampir dua minggu sumur di rumah kering. Untuk mencuci dan memasak kami sangat irit. Jika terus-menerus membeli galon, biaya operasional rumah tangga jadi membengkak,” kata Khotim, warga Margoagung.

Perangkat Desa Margoagung, Aris, juga mengonfirmasi bahwa pengeluaran warga untuk membeli air bersih meningkat signifikan selama musim kekeringan ini.

Merespons krisis tersebut, bantuan air bersih sebanyak 15.000 liter disalurkan ke dua desa terdampak oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, bersama Tim Kebangsaan.

Pendistribusian dilakukan melalui titik kumpul untuk warga umum dan penyaluran langsung dari rumah ke rumah, khususnya bagi warga lanjut usia dan pemukiman yang jauh dari jalan utama.

Abidin Fikri menyatakan bahwa pengiriman tangki air ini merupakan langkah penanganan tanggap darurat.

“Hari ini kita hadir membawa 15.000 liter air bersih sebagai penanganan darurat. Namun, tugas jangka panjangnya adalah pembenahan infrastruktur air bersih agar desa-desa rawan kekeringan memiliki akses permanen,” tegas Abidin.

Ia juga menambahkan, pihaknya tengah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan di Bojonegoro untuk mendorong alokasi program infrastruktur air dari pemerintah pusat maupun daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button