Politik

Newport Perlu Ambil Pelajaran dari Kasus Holywings

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi VIII DPR, Iqbal Romzi, mengutuk keras dugaan penggunaan ayat Al-Qur’an dalam promosi minuman beralkohol merek Newport di festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Iqbal menilai bahwa eksploitasi ayat suci untuk kepentingan pemasaran minuman keras merupakan tindakan yang tidak pantas dan berisiko memicu gejolak serta melukai sensitivitas keagamaan masyarakat Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia usaha di Indonesia seharusnya mengambil pelajaran berharga dari kasus promosi yang pernah menjatuhkan Holywings pada tahun 2022. Saat itu, strategi pemasaran yang melibatkan nama “Muhammad” dan “Maria” memicu gelombang protes besar di masyarakat, yang berujung pada proses hukum terhadap enam karyawan.

“Kita tentu tidak ingin kasus Holywings terulang kembali. Pelaku usaha harus belajar bahwa ada batas-batas sensitivitas agama yang harus dihormati dalam komunikasi pemasaran,” tegas Iqbal.

Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan bahwa kreativitas dalam pemasaran tidak boleh melanggar norma sosial dan agama. Menurutnya, pelaku usaha harus memiliki tanggung jawab moral dan kepekaan sosial terhadap nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

“Ayat Al-Qur’an adalah bagian dari ajaran dan keyakinan umat Islam, bukan alat untuk menarik konsumen dalam promosi minuman keras,” kata Iqbal.

Ia mengibaratkan isu sensitivitas keagamaan sebagai kondisi yang rentan terbakar jika tidak ditangani dengan bijak. “Jangan bermain api di musim kemarau. Jika terjadi kebakaran meluas, sangat sulit untuk dipadamkan,” imbuh Iqbal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button