MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal, Bukan Ladang Bisnis

Jakarta, Maret.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SMPN 2 Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat sorotan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto.
Dia menegaskan program ini harus dikembalikan pada tujuan utamanya sebagai investasi dalam sumber daya manusia, bukan sebagai ladang bisnis atau alat untuk mencari keuntungan.
“MBG harus diposisikan sebagai investasi modal manusia, bukan proyek bisnis atau mesin pencipta lapangan kerja semata,” tutur Didik melalui akun X pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kritik yang dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan program MBG.
Didik menyebutkan bahwa penyimpangan dalam pelaksanaan menunjukkan pergeseran orientasi dari kepentingan publik menjadi praktik rent-seeking dan komodifikasi program sosial.
Ia juga menyoroti potensi masalah, termasuk pendirian yayasan untuk pengelolaan dapur yang berorientasi profit, konflik kepentingan dalam pemilihan mitra, serta dugaan markup harga dan data penerima ganda.
“Pemenuhan gizi anak, pencegahan stunting, dan peningkatan konsentrasi belajar tidak boleh digeser,” tegasnya.
Didik menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak semestinya diukur hanya dari jumlah dapur yang dibangun. Pemerintah harus memastikan adanya perbaikan status gizi anak dan sistem pengawasan yang efektif.
Dia juga mendorong transparansi dalam penunjukan mitra dan praktik audit independen. “Ketika perbincangan publik lebih banyak tentang siapa yang mendapatkan kontrak, maka program ini sedang menyimpang dari khittah-nya,” ujar Didik.
Dengan anggaran besar MBG, kepentingan anak harus diutamakan, agar manfaat dari program ini benar-benar dapat dirasakan oleh generasi mendatang.





