DPD RI Desak Percepatan Penanganan Pasca Gempa NTT

Jakarta, Maret.id — Penanganan korban dan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat segera memenuhi kebutuhan dasar warga yang terkena dampak.
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyampaikan duka mendalam atas peristiwa gempa yang melanda NTT pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026. Ia meminta seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan bencana.
“Saya menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa yang melanda wilayah NTT,” ujar Yorrys dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Agustus 2026. Yorrys menyoroti kondisi puluhan korban meninggal dunia dan ribuan warga yang mengungsi.
Pemerintah diminta untuk memastikan kebutuhan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian, dan perlindungan bagi kelompok rentan terpenuhi. “Pemerintah harus memastikan setiap korban memperoleh bantuan. Jangan sampai masyarakat yang berada di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar maupun pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah. Ini penting untuk mencegah kepanikan serta penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan gotong royong seluruh anak bangsa sangat dibutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT dan memberikan dukungan agar mereka dapat segera bangkit dari musibah ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda wilayah NTT. BMKG melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
BNPB melaporkan bahwa sebanyak 38 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Ribuan masyarakat juga mengungsi untuk menghindari risiko serta dampak lanjutan akibat gempa tersebut.





