Indonesia Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi Nasional

Jakarta, Maret.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 menjadi momen penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen nasional.
Anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi tema resmi yang diusung tahun ini: “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Menurutnya, tema itu mencerminkan pekerjaan rumah besar yang masih belum sepenuhnya tuntas.
“Tema ini menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus tercermin pada kemandirian bangsa dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat dari Sabang hingga Merauke. Kita tidak boleh terjebak dalam seremonial belaka,” tutur Habib Aboe Bakar.
Legislator asal Kalimantan Selatan tersebut menekankan bahwa arti kedaulatan di era modern kini lebih luas. “Indonesia tidak bisa lagi sekadar berpuas diri dengan pengakuan wilayah apabila kebutuhan dasarnya masih bergantung pada pihak luar,” imbuhnya.
“Kedaulatan bukan sekadar pengakuan teritorial, melainkan kemandirian penuh di sektor pangan, energi, dan teknologi,” tegasnya. Dalam konteks pangan, ia memberikan sorotan bahwa ketersediaan pasokan tidak berarti jika masyarakat tidak bisa mengaksesnya secara finansial.
“Pada sektor pangan, kedaulatan berarti kemandirian pangan dengan harga terjangkau. Apa gunanya barang ada di pasar kalau rakyat tidak punya uang untuk membelinya?” jelas Habib Aboe Bakar.
Selain pangan, sektor energi juga menjadi fokusnya. Ia mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah pemadaman listrik yang masih menghantui wilayah luar Jawa, terutama Kalimantan Selatan. “Kemandirian energi berarti tidak boleh ada byar pet dan harga token listrik yang tinggi,” lanjutnya.
Habib menekankan pentingnya jaminan ketersediaan bahan bakar dengan harga terjangkau. “Tidak boleh ada antrean BBM di SPBU,” ungkapnya.
Ia juga menggarisbawahi urgensi penguasaan teknologi. Menurut Habib, inovasi teknologi harus mendukung ekonomi rakyat serta memperkuat sistem pertahanan negara. “Kemandirian teknologi harus dimulai dari teknologi sederhana hingga alat utama sistem senjata,” pungkas Habib Aboe Bakar.





