Bahlil Pastikan BBM dan Listrik NTT Pulih Pasca Gempa

Jakarta, Maret.id — Kondisi pasokan BBM dan listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi 7,7 magnitudo mulai pulih. Pemerintah melaporkan bahwa penanganan terus dilakukan meskipun pemulihan belum mencapai seratus persen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa cadangan BBM nasional saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan. Namun, distribusi ke daerah terdampak mengalami kendala karena infrastruktur yang rusak. “Mengenai BBM kita, cadangan kita sekarang, Alhamdulillah masih tetap di atas batas minimum nasional. Artinya kita masih aman,” tutur Bahlil.
Menurutnya, situasi di daerah bencana, termasuk NTT, menunjukkan tanda-tanda perbaikan. “Memang ada beberapa daerah yang awalnya itu susah untuk ditutupi karena persoalan infrastruktur. Tapi perlahan-lahan semuanya ada perbaikan,” imbuhnya.
Bahlil juga menyebutkan bahwa pasokan listrik di wilayah yang terdampak mulai dipulihkan setelah sebelumnya banyak daerah mengalami pemadaman. “Awalnya banyak daerah yang mati lampu. Sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan,” jelasnya.
Meskipun sejumlah jaringan listrik telah kembali beroperasi, ia menegaskan bahwa pemulihan pasokan menuju lokasi-lokasi yang membutuhkan masih memerlukan waktu. “Tapi untuk supply ke lokasinya itu yang membutuhkan beberapa waktu lagi saja. Tapi kita akan bekerja keras terus,” tegas Bahlil.
Pemerintah tetap berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak. “Kita akan bekerja keras terus. Di Pertamina sama PLN, kemarin masih berada di lokasi bencana dan kita selalu selesaikan,” kata Bahlil.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur telah menormalkan 429 dari total 3.478 gardu distribusi listrik yang terpengaruh oleh gempa. General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono melaporkan bahwa hingga pukul 11.30 WITA, sebanyak 429 gardu telah kembali menyala.
Gempa yang terjadi di wilayah Nagekeo sebelumnya tercatat dengan kekuatan awal 7,0 magnitudo yang kemudian diperbarui menjadi 7,7 magnitudo. Episentrum gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer serta sempat dikeluarkan Peringatan Dini Tsunami.





