Dirjen Hubla Didemo Mundur, Menhub Berikan Respons Resmi

Jakarta, Maret.id — Desakan untuk pengunduran diri Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, mendapat respons dari Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Desakan ini muncul setelah sembilan kasus kecelakaan kapal dilaporkan sepanjang 2026. Insiden yang paling mencolok adalah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Madura.
Menanggapi situasi tersebut, Dudy menyatakan bahwa evaluasi kinerja di lingkungan Kementerian Perhubungan adalah rutinitas. “Evaluasi itu rutin kita lakukan,” tuturnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dudy menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kinerja masing-masing individu. “Jadi pasti setiap individu yang bekerja itu akan kita evaluasi,” imbuh Dudy.
Sebelumnya, Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Muhammad Masyhud sebagai otoritas tertinggi di bidang pelayaran.
Dia menunjukkan bahwa sudah terjadi sembilan kecelakaan kapal sejak awal tahun ini. Terbaru adalah insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang mengakibatkan lima korban jiwa pada 2 Agustus 2026. Hanya berselang kurang dari dua pekan, KMP Putri Yasmin juga mengalami kebakaran di rute Bali-Lombok pada 12 Agustus 2026.
“Kejadian demi kejadian di laut terus berulang. Ini tidak bisa dibiarkan, jadi sudah sepatutnya Dirjen Hubla mengundurkan diri dari jabatannya,” tegas Siswanto.





