Manajer Banteng Jatim Minta VAR Diperbaiki untuk Evaluasi Fair

Jakarta, Maret.id — Manajer Banteng Jatim FC, Didik Prasetiyono, meminta penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Soekarno Cup 2026 dioptimalkan untuk memastikan akurasi dan keadilan keputusan pertandingan. Permintaan ini disampaikan usai laga semifinal yang dimenangkan Banteng Bali 1-0.
Didik menegaskan bahwa catatan mengenai VAR bukan untuk meragukan hasil pertandingan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kemenangan Banteng Bali. Ia juga mengapresiasi inisiatif panitia yang menghadirkan teknologi VAR di babak semifinal dan final.
“Hasil hari ini tentu bukan hasil yang kami harapkan. Kami menghormati hasil pertandingan dan mengucapkan selamat kepada Banteng Bali yang melaju ke final,” kata Didik Prasetiyono.
Ia menilai kehadiran VAR adalah langkah positif untuk meningkatkan standar pertandingan, terutama pada fase semifinal dan final yang penuh tekanan. Didik berharap pemanfaatan VAR dapat dilakukan secara optimal, terutama pada momen keputusan krusial yang berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.
“Kami mengapresiasi panitia Soekarno Cup 2026 yang telah menghadirkan VAR. Ini langkah maju karena fase menentukan membutuhkan akurasi tinggi dalam pengambilan keputusan,” imbuh Didik.
Dalam laga tersebut, Didik menyatakan ada beberapa momen yang seharusnya bisa diperiksa dengan lebih seksama menggunakan VAR. Ia menegaskan catatan tersebut bukan bermaksud mengubah hasil pertandingan yang telah ditentukan.
“Catatan kami bukan untuk mengubah hasil pertandingan, tetapi untuk evaluasi agar tujuan penggunaan VAR tercapai,” tegasnya.
Menurut Didik, teknologi VAR pada akhirnya tergantung pada penerapannya oleh perangkat pertandingan. VAR bukan pengganti wasit, melainkan alat bantu untuk memastikan keputusan lebih akurat dalam situasi tertentu.
“Teknologi VAR hanya akan efektif jika digunakan secara optimal untuk membantu wasit dalam pengambilan keputusan,” tutur Didik.
Ia menegaskan Banteng Jatim akan terus menjunjung sportivitas, menerima kekalahan dari Bali sebagai bagian dari kompetisi. Evaluasi pertandingan dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ke depan.
“Kami tetap menghormati perangkat pertandingan dan hasil semifinal. Dalam sepak bola, kemenangan dan kekalahan harus diterima dengan sportif. Namun, sportivitas juga memerlukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pertandingan,” jelas Didik.
Banteng Jatim kini masih memiliki satu pertandingan sisa untuk memperebutkan posisi ketiga Soekarno Cup 2026. Tim akan segera melakukan evaluasi untuk memulihkan kondisi mental pemain setelah gagal melaju ke final.
Didik berharap para pemain dapat bangkit dan menutup perjalanan mereka di turnamen dengan penampilan terbaik. “Kami akan segera mengevaluasi dan mengembalikan fokus pemain untuk menghadapi perebutan tempat ketiga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan di laga perebutan tempat ketiga dan final, agar fasilitas VAR dapat dimanfaatkan dengan baik. “Kami berharap kepemimpinan wasit semakin baik, dan VAR digunakan optimal sehingga semua tim mendapatkan pertandingan yang fair dan berkualitas,” pungkas Didik.





