Politik

Menlu China dan Luhut Bahas Kerja Sama Strategis Baru

Jakarta, Maret.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan telah menerima kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam sebuah pertemuan bilateral di Jakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan China, yang mencakup sektor infrastruktur, energi, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan teknologi.

Luhut menegaskan bahwa hubungan kedua negara berlandaskan rasa saling percaya yang terus diperkuat melalui dialog. “Hubungan kemitraan antara kedua negara ini ibarat jalinan persahabatan. Semakin sering bertemu dan berdialog, semakin kuat rasa saling percaya di antara keduanya,” kata Luhut.

Ia menambahkan bahwa kerja sama ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kerja sama Indonesia-Tiongkok tidak boleh berhenti sebatas proyek megah semata. Hasilnya harus konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan menaikkan taraf hidup masyarakat kita,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, Luhut menjelaskan bahwa DEN dan National Development and Reform Commission (NDRC) China sedang merumuskan peta jalan strategis jangka panjang. Agenda tersebut mencakup keberlanjutan infrastruktur seperti kereta cepat dan pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara.

“Kalimat kami berencana menyusun peta jalan sejumlah agenda strategis, termasuk pembelajaran dari pengalaman Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan,” imbuh Luhut.

Selain di sektor infrastruktur dan energi, keduanya juga mengeksplorasi kerja sama di bidang teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital pemerintahan atau GovTech. “Peluang besar juga terbuka di sektor AI dan transformasi digital (GovTech), dengan tetap menjaga kedaulatan data dan keamanan siber nasional,” tambahnya.

Luhut menilai kolaborasi ini bisa menjadi contoh sinergi bagi negara-negara Global South. “Tiongkok memiliki kapital, teknologi, dan kapasitas industri. Indonesia memiliki sumber daya, biodiversitas, serta pasar yang besar. Jika kekuatan ini digabungkan, kerja sama dua kekuatan Global South dapat membawa kemakmuran bagi kedua bangsa,” ungkapnya.

Menutup pertemuan, Luhut merujuk pada pepatah China yang menggambarkan eratnya hubungan antara kedua negara. “Ada pepatah Tiongkok yang sangat saya sukai: ‘Zhi he zhe, bu yi shanhai wei yuan’, yang artinya bagi mereka yang sehati dan sejalan, jarak sejauh gunung dan lautan bukanlah halangan,” ungkap Luhut.

“Saya percaya, kesamaan visi dan cita-cita kedua negara akan terus membuka kolaborasi yang semakin luas di masa depan,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button