Politik

Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara Siapkan Gagasan Indonesia Emas 2045

Jakarta, Maret.id — Dua pemuda, Tiyo Ardianto dan Dhana Baswara, baru-baru ini mengadakan diskusi di Solo. Keduanya sepakat mengenai pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Tiyo Ardianto adalah mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) yang aktif dalam pemikiran kritis terkait isu sosial dan masa depan generasi muda. Saat ini, ia sedang menyelesaikan tugas akhirnya.

Dhana Baswara, tengah menempuh pendidikan kebijakan publik di Universitas Sussex, Inggris. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana masyarakat Inggris melestarikan tradisi dalam sistem sosial yang terbuka dan liberal.

Dari diskusi tersebut, mereka merumuskan gagasan “Archipelagic Thinking” atau berpikir kepulauan. Konsep ini menekankan pemahaman terhadap karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keberagaman dan kekhasan di setiap daerah.

Menurut mereka, kebijakan pemerintah tidak dapat diterapkan secara seragam. Kebijakan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap daerah.

Tiyo dan Dhana berencana menggelar roadshow ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuan mereka adalah bertemu dengan generasi milenial dan Gen Z untuk mendengarkan pandangan mereka tentang masa depan daerah masing-masing.

“Kita akan lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kita ingin mendalami pemikiran anak muda dari seluruh Indonesia mengenai masa depan daerah mereka,” ujar Tiyo.

Dhana menambahkan bahwa format roadshow masih akan dibahas, mencakup bincang terbuka, siniar, dan dokumenter. Platform media dan siniar RayaTimes yang dirintisnya juga akan menjadi mitra media.

Tiyo berpendapat bahwa perubahan mendasar diperlukan untuk mengatasi krisis moral dan etika di kalangan elite. Ia percaya bahwa perubahan harus dimulai dengan menyiapkan generasi baru yang akan memimpin Indonesia pada 2045.

“Krisis ini sudah sangat akut, untuk menyelesaikannya harus dipotong satu generasi. Kita tidak bisa mengharapkan perubahan terjadi dari generasi sekarang, kita harus menyiapkan generasi masa depan,” tegas Tiyo.

Ia yakin bahwa keberagaman sosial, budaya, dan kekayaan alam Indonesia merupakan modal besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Di tangan generasi muda yang punya kesadaran moral dan budaya yang tinggi, potensi Indonesia Emas bisa terwujud,” pungkas Tiyo.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button