BUK Migas di Bawah Presiden Tingkatkan Efisiensi Eksplorasi

Jakarta, Maret.id — Penempatan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas di bawah Presiden dinilai dapat memperkuat kewenangan dan memangkas hambatan birokrasi yang menghambat eksplorasi serta produksi migas.
Hadi Ismoyo, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), menilai struktur ini sangat diperlukan untuk memperkuat posisi BUK Migas. Hal ini penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Ia menjelaskan bahwa eksplorasi dan produksi migas adalah kegiatan kompleks yang melibatkan banyak kementerian dan lembaga. Oleh karena itu, diperlukan kewenangan kuat untuk mempercepat pengambilan keputusan.
“Hambatan terbesar dalam eksplorasi, kecuali faktor finansial, adalah birokrasi baik lateral maupun vertikal. Banyak perizinan yang terlibat dari berbagai departemen. Ini sangat membuat frustrasi operasional di lapangan,” tuturnya.
Hadi menambahkan bahwa kegiatan eksplorasi belum menghasilkan temuan signifikan, terutama di wilayah yang jauh dari area produksi. Dalam 10 tahun terakhir, produksi migas nasional terus menurun.
“Sebagaimana diketahui, produksi Migas Nasional turun terus. Akar masalahnya adalah kegiatan eksplorasi yang terus menerus,” kata Hadi.
Ia menyatakan bahwa percepatan eksplorasi memerlukan keberanian untuk mengambil risiko. Tanpa penemuan besar, seperti Banyu Urip Field, target produksi 1 juta barel per hari pada 2035-2040 dirasa sulit tercapai.
Keberadaan BUK Migas di bawah Presiden diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan. “Di bawah Presiden, kecepatan keputusan akan sangat mudah dibuat karena visi Presiden adalah Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi,” tambahnya.
Meski demikian, Hadi menegaskan pentingnya profesionalisme dalam BUK Migas. Struktur tersebut harus steril dari kepentingan politik dan diisi oleh tenaga profesional.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi rangkap peran antara regulator dan operator yang dapat memunculkan konflik kepentingan. Menurutnya, aturan main yang jelas akan meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.





