DPR Intervensi Terkait Blokir Rekening Aktivis Pati

Jakarta, Maret.id — Pimpinan DPR RI memastikan akan menindaklanjuti polemik terkait pemblokiran rekening Bank Mandiri milik kelompok aktivis Pati. Rekening tersebut diduga menampung donasi masyarakat untuk aksi demonstrasi.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari Bank Mandiri mengenai alasan pemblokiran rekening tersebut. Ia menjelaskan bahwa klarifikasi dibutuhkan untuk memahami apakah ada indikasi tertentu dalam transaksi yang menyebabkan pemblokiran.
“Jadi kita nanti konfirmasi ke perbankannya ya, kenapa sampai melakukan apa pemblokiran, bisa jadi kalau misalkan ada indikasi-indikasi ya, lalu lintas transfer itu yang membahayakan atau sumbernya seperti apa,” tuturnya Cucun kepada wartawan usai menerima perwakilan masyarakat Pati di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Oleh karena itu, masalah ini perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka.
Sebelumnya, muncul informasi mengenai pemblokiran rekening Bank Mandiri milik aliansi aktivis Pati yang diduga menampung donasi warga sekitar Rp80 juta untuk mendukung rencana aksi demonstrasi. Saat ditanya mengenai kelompok yang menyampaikan aspirasi ke DPR pada hari yang sama dengan kelompok yang akan menggelar aksi pada 27 Agustus 2026, Cucun memastikan keduanya merupakan kelompok yang berbeda.
“Ya kan saya sudah jelaskan, saya terima ini yang hari ini adalah aspirasi betul-betul yang mereka kepentingannya untuk lokal mereka,” tegas Cucun.





