Politik

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing Atasi Karhutla 2023

Jakarta, Maret.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong pengembangan teknologi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbahan tepung ubi.

Inovasi yang dikenal sebagai “ubi bombing” ini dianggap memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara luas dalam penanganan karhutla.

“Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya,” ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, pada Senin, 24 Agustus 2036.

Presiden Prabowo juga meminta agar uji coba teknologi ini dilakukan segera dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk memproduksinya secara massal.

“Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya ubi bombing. Hah? Ya kalau satu heli MI-17 bisa berapa ton? 4 ton water bombing. Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya,” tegasnya.

Sebelumnya, inovasi tepung pemadam kebakaran ini diperkenalkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menjelaskan, zat berbahan tepung ini dapat memisahkan api dari unsur oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2), sehingga berpotensi digunakan untuk mitigasi dan pemadaman api secara lebih efisien.

“Ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak, jadi kalau disemprot dengan alat dengan zat tersebut, itu bisa mencegah agar antara api O2 dan CO2 itu bisa terpisah Pak,” tutur Listyo.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menambahkan bahwa inovasi ini merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kapasitas produksinya masih terbatas dan memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk dapat digunakan secara massal.

Menurut data Kementerian Kehutanan, terdapat 2.894 titik panas di 10 provinsi Sumatera, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatera Selatan sebanyak 1.410 titik, Riau 480 titik, dan Jambi 425 titik. Luas lahan yang terbakar di 10 provinsi tersebut pada 2026 mencapai 36.047,64 hektare.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button