Politik

Maruf Amin: Peringatan tentang Kemungkinan Penyimpangan

Jakarta, Maret.id — Upaya untuk mengarahkan umat Islam ke jalan yang menyimpang dari Allah SWT terus dilakukan. Bahkan, tantangan tersebut pernah hampir berhasil terhadap Nabi Muhammad SAW oleh kelompok kafir Quraisy.

Hal ini disampaikan oleh Rais Aam Syuriah PBNU ke-10, KH Ma’ruf Amin, saat memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta. Dalam acara yang dihadiri ribuan umat Muslim, KH Ma’ruf menjelaskan bahwa para ulama menyebut kehidupan di dunia sebagai mamarran imtihaniyah, sebuah tempat penuh ujian.

“Banyak ujian yang kalau kita tidak dibimbing, tidak mendapat inayah rabbaniyah himayah rabbaniyah, boleh jadi kita mengalami proses penyimpangan dari jalan Allah SWT,” kata KH Ma’ruf Amin.

Dia juga mengutip pernyataan Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Bakri yang mengatakan bahwa di masanya dia sudah melihat banyak fitnah dan orang-orang yang meninggalkan kebenaran. “Kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah SWT dan mereka itu sedikit,” tuturnya.

KH Ma’ruf menegaskan bahwa saat ini, mereka yang masih berada di jalan Allah SWT juga semakin sedikit. “Banyak yang sudah terpengaruh, terbawa oleh bujukan rayuan upaya untuk menyimpangkan kita,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa upaya penyimpangan tersebut tidak pernah berhenti. “Pada 100 tahun yang lalu saja, shahibul I’anah sudah menyatakan hal tersebut,” tegasnya.

KH Ma’ruf mengingatkan bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah hampir dipengaruhi untuk menyimpang, seperti difirmankan Allah SWT dalam Surat Al-Isra’ ayat 73-74. “Dengan kasih sayang-Nya, Allah SWT menjaga Nabi Muhammad SAW untuk tidak terbelokkan,” tuturnya.

“Maka jika nabi saja dibilang hampir, apalagi kita,” sambung KH Ma’ruf. Dia juga menekankan pentingnya pilihan dalam kehidupan manusia.

“Manusia diberikan kebebasan untuk beriman atau tidak, melakukan amal baik atau buruk, membela yang benar atau mendukung yang dzalim,” ujarnya.

“Mau mengerjakan yang baik atau tidak itu diberikan pilihan, tapi ada batasnya. Kita boleh pilih itu sampai akhir usia, kalau sudah ajalnya tidak bisa pilih lagi,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button