Didik Nurhadi: Kekuatan Nasionalisme dan Religiusitas PDI Perjuangan

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, menekankan pentingnya nasionalisme dan religiusitas dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut diungkapkannya dalam acara berbagi yang diselenggarakan oleh Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jatim di sekitar arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ratusan kotak makanan dan minuman dibagikan oleh relawan Posko Baguna kepada muktamirin, penggembira, serta warga yang melintas di lokasi tersebut.
“NU memiliki sejarah panjang dalam menjaga bangsa ini. Nilai-nilai keislaman yang moderat, semangat persaudaraan, gotong royong, serta komitmen terhadap NKRI adalah nilai yang harus terus kita rawat bersama,” ujar Didik Nurhadi, Sabtu (29/8/2026).
Di hari ketiga kehadiran Posko Baguna, paket snack tetap dibagikan setiap sore. Tim Baguna juga disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan sebagai wujud semangat kemanusiaan dan gotong royong.
Kehadiran badan partai tersebut menjadi ruang untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi pelayanan langsung. “Politik PDI Perjuangan tidak akan menjauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan bangsa,” tegas Didik.
Ia memastikan bahwa PDI Perjuangan akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk menyapa, melayani, serta membangun persaudaraan. Jombang, yang dikenal sebagai pusat tradisi pesantren dan lahirnya banyak ulama, menjadi tempat yang relevan untuk menyebarluaskan semangat tersebut.
Merawat kehidupan beragama juga berarti menjaga kemanusiaan, sementara menjaga tradisi dan kebudayaan merupakan upaya merawat kebangsaan. Didik menegaskan, kekuatan Indonesia akan tetap kokoh apabila nilai Islam rahmatan lil alamin, Pancasila, gotong royong, dan nasionalisme berjalan beriringan.
“Ketika nilai-nilai tersebut kita rawat bersama, perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah. Justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia,” pungkas Didik.





