Gibran Dorong Pusat Pelatihan untuk Pemagang Indonesia ke Jepang

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong perlunya pembekalan yang lebih komprehensif bagi calon tenaga pemagang Indonesia yang akan bekerja di Jepang.
Dia menekankan bahwa pembekalan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan adaptif serta memahami budaya dan etos kerja di negara tujuan.
Pendapat tersebut disampaikan saat Gibran menerima Ketua Umum Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI), Pranyoto Widodo, beserta jajaran pengurus di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas penguatan kesiapan calon pemagang sebelum berangkat ke Jepang. Pembentukan pusat pelatihan atau training center terpadu menjadi salah satu fokus utama diskusi.
Pranyoto mengungkapkan bahwa keberadaan training center sangat penting untuk memastikan calon pemagang memiliki kesiapan mental, pemahaman budaya, serta etos kerja yang kuat. “Dengan adanya training center yang hidup itu, nanti semua anak bangsa yang mau berangkat ke Jepang harus menjalani pendidikan di sana kurang lebih 2 minggu untuk kultur budaya kerja di Jepang dan budaya hidup di Jepang. Karena itu sangat penting sekali,” tuturnya.
IKAPEKSI merupakan organisasi nasional yang menghimpun alumni pemagang, pelatihan kerja, dan profesional Indonesia yang telah menyelesaikan program di Jepang. Setelah kembali ke tanah air, para alumni diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui pengembangan kompetensi, transfer pengetahuan, maupun pembukaan usaha.
Pranyoto menambahkan bahwa usulan pembentukan training center tersebut mendapatkan respons positif dari Wapres. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat kualitas calon pemagang Indonesia dan memaksimalkan manfaat pengalaman kerja mereka di Jepang. “Sangat-sangat positif dan Beliau sangat merespon dari adanya training center,” tegas Pranyoto.





