Hambeging Bumi, Trenggalek Ajak Warga Bersahabat dengan Alam DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Perayaan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek mengusung tema “Hambeging Bumi”. Kegiatan ini menghadirkan beragam acara, termasuk kirab pusaka dan upaya menjaga sumber air, yang mengajak masyarakat untuk hidup harmonis dengan alam.
Tahun ini, peringatan Hari Jadi Trenggalek memiliki pesan khusus di balik kemeriahan acara. Tema yang diangkat menyiratkan bahwa manusia tidak dapat berdiri sendiri tanpa keberadaan alam. “Hambeging Bumi mengandung pesan tentang ketulusan dalam bekerja sekaligus pentingnya menjaga keharmonisan manusia dengan alam,” tegas Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek.
Bupati yang dilakanni Mas Ipin ini ingin filosofi tema tersebut terintegrasi dalam berbagai aktivitas yang bersentuhan langsung dengan lingkungan. Kegiatan-kegiatan seperti Materi Bumi menekankan komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan sumber-sumber air di seluruh kecamatan Trenggalek.
Pesan inti dari kegiatan ini adalah ajakan kepada warga untuk menjaga pohon-pohon di sekitar sumber air. “Pada akhirnya, harus berdampingan dengan alam,” sambung Mas Ipin.
Filosofi “Hambeging Bumi” lebih jauh mengajak manusia untuk menyelami sifat Bumi. Dalam konteks ini, Bumi berfungsi sebagai pengingat untuk aparat sipil negara bahwa pelayanan terhadap masyarakat harus dilakukan dengan ketulusan.
Acara kirab pusaka yang dilaksanakan pada pagi hari dimulai dari Balai Desa Kamulan dan Balai Desa Karangrejo, berakhir di sekitar Alun-Alun Trenggalek. Pusaka-pusaka sebagai warisan sejarah dikirab bersama berbagai elemen masyarakat, menciptakan suasana yang meriah.
Momen perayaan tahun ini bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini diteruskan dengan sedekah kepada masyarakat sepanjang jalur prosesi. Salawat pun meramaikan acara, menghubungkan tradisi perayaan dengan nilai-nilai keagamaan.
Malam hari, Alun-Alun Trenggalek kembali dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan pagelaran wayang kulit. “Wahyu Makuthoromo” menjadi lakon yang dihadirkan, menambah kemeriahan perayaan.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, turut mengikuti prosesi kirab. Perayaan Hari Jadi bukan sekadar menghitung usia pemda, tetapi menjadi momen untuk merenungkan hubungan manusia dengan tanah tempat mereka berpijak.
Dengan tema “Hambeging Bumi”, perayaan ini mengingatkan bahwa bumi adalah sumber kehidupan yang harus dirawat. Menjaga pohon berarti menjaga sumber air, yang pada gilirannya akan melindungi kehidupan generasi mendatang.





