Politik

Kemensos Bentuk LENSA SR Tingkatkan Keterbukaan Informasi

Jakarta, Maret.id Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memperkuat tata kelola komunikasi publik menyusul banyaknya pertanyaan dan aduan dari masyarakat terkait program Sekolah Rakyat. Langkah strategis ini diwakili oleh peluncuran Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif (LENSA SR).

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman Taufik, menyatakan bahwa dari Januari hingga Mei 2026, Kemensos menerima 5.299 pertanyaan dan aduan melalui media sosial. “Dengan adanya LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, kehadiran LENSA SR akan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan cepat, serta terhindar dari narasi hoaks. Sebelum adanya LENSA SR, alur komunikasi publik masih dilakukan secara parsial dan bergantung pada koordinasi informal, yang menyebabkan respons lambat dan risiko salah tafsir.

LENSA SR akan memastikan bahwa setiap isu atau aduan yang diterima dari media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, hingga balai daerah, akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan. “Mekanisme ini terdiri atas enam tahapan, mulai dari tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan narasi, rekomendasi respons, diseminasi, hingga monitoring,” jelas Taufik.

Penguatan tata kelola ini diimplementasikan berdasarkan Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 yang tertanggal 27 Agustus 2026. Taufik menjelaskan bahwa penanganan isu di lapangan tidak disamaratakan. Isu ringan akan ditangani melalui FAQ, isu sedang melalui klarifikasi resmi Biro Humas, sementara isu berat yang mengancam keselamatan anak atau data pribadi akan langsung dieskalasikan ke pimpinan tertinggi.

LENSA SR juga dilengkapi dengan instrumen Living FAQ, bank narasi, serta checklist data-safe dan child-safe. “Aspek perlindungan anak menjadi perhatian utama. Materi publikasi diarahkan memenuhi prinsip child-safe,” tegas Taufik.

Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, memberikan apresiasi terhadap inovasi ini. Ia berharap LENSA SR akan tidak hanya terbatas pada program Sekolah Rakyat, tetapi juga akan diterapkan pada berbagai program prioritas lainnya. “Ke depan, LENSA SR menjadi rujukan program layanan informasi terintegrasi, sehingga masyarakat makin mudah mengakses informasi dan terhindar dari hoaks,” pungkas Robben.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button