Politik

Legislator PDIP Minta Evaluasi Data Desil Beasiswa Pemerintah

Jakarta, Maret.id Persoalan data desil yang berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap program beasiswa pendidikan mendapat perhatian dari Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Stevano Rizki Adranacus.

Menurut Stevano, akurasi dan adaptabilitas data sosial ekonomi sebagai dasar penentuan penerima bantuan sangat penting. “Jangan sampai persoalan data justru menjadi hambatan bagi anak-anak untuk memperoleh hak atas pendidikan,” tegas Stevano.

Dia menyatakan bahwa pemerintah perlu menemukan solusi terkait persoalan desil yang dapat menghambat akses beasiswa pendidikan. “Desil merupakan instrumen kebijakan untuk mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran,” imbuhnya.

Stevano menekankan bahwa penerapan klasifikasi desil tidak boleh kaku. Ia khawatir hal ini justru membuat anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan kesulitan mendapatkan beasiswa.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga bersifat dinamis. Perubahan pendapatan atau kehilangan pekerjaan dapat terjadi dengan cepat dan mengubah keadaan keluarga.

Oleh karena itu, pemutakhiran dan verifikasi data harus dilakukan secara berkala. “Pemerintah perlu menyediakan mekanisme koreksi apabila terdapat ketidaksesuaian antara status desil dengan kondisi faktual keluarga,” ujar Stevano.

Politikus PDIP asal Nusa Tenggara Timur itu mengatakan bahwa penetapan penerima beasiswa harus melibatkan sinergi antar pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan. “Penentuan penerima beasiswa perlu menggunakan pendekatan yang komprehensif,” imbuhnya.

Stevano mengingatkan bahwa desil harus dilengkapi dengan verifikasi kondisi sosial ekonomi dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat. “Prinsipnya, jangan sampai kualitas data yang belum sempurna mengorbankan keberlanjutan pendidikan anak,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button