Politik

Elite NU Diminta Hentikan Politisisasi Warga Nahdliyin

Jakarta, Maret.id Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, memberikan analisis kritis terhadap arah gerak Nahdlatul Ulama (NU) setelah Muktamar ke-35 tersebut.

Ia menekankan perlunya elite NU menghentikan praktik memosisikan massa sebagai objek politik demi meraih kekuasaan.

Prof. Didik menyatakan bahwa NU memiliki daya tawar yang kuat berkat jumlah anggotanya yang masif. Oleh karena itu, NU seharusnya tidak terjebak dalam politik praktis yang bersifat jangka pendek.

“Dengan demikian, maka para elitnya dan pemerintah sepatutnya dan bahkan harus menjadikan NU sebagai agent of change,” ujar Prof. Didik.

Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya massa NU diposisikan sebagai obyek politik untuk meraup suara demi kepentingan elit-elit tertentu.

“Menjadikan NU sebagai obyek politik dan kekuasaan patut dihentikan,” sambungnya.

Prof. Didik juga menekankan pentingnya soliditas antara elite NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) demi kepentingan umat, bukan kepentingan kelompok kecil.

“Sebaiknya elite NU dan PKB bersatu dengan solid untuk kepentingan masyarakatnya dengan menghindari politik praktis jangka pendek,” imbuhnya.

Bagi pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini, agenda utama NU seharusnya fokus pada konsolidasi pembangunan.

“Agenda NU yang utama seharusnya bukan di wilayah politik praktis kekuasaan, tetapi konsolidasi pembangunan, menjadikan kekuatan sosial dan politik yang dimiliki untuk mempercepat transformasi pesantren dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nahdliyin,” tegas Prof. Didik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button