Politik

Daerah Jadi Ruang Pertumbuhan Pemimpin Masa Depan Indonesia

Jakarta, Maret.id Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P. menyampaikan pemikirannya tentang kepemimpinan dalam Kuliah Umum di Institut SEBI. Ia menekankan pentingnya manusia dalam pembangunan Indonesia, bukan hanya infrastruktur dan teknologi.

“Masa depan bangsa tidak dimenangkan oleh teknologi semata, tetapi oleh manusia yang mampu memberinya arah,” kata Mahyeldi. Ia memandang tantangan kepemimpinan saat ini tidak hanya terletak pada angka ekonomi, melainkan pada peningkatan kualitas manusia dan pemerataan manfaat pembangunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen. Mahyeldi menekankan perlunya strategi konkret untuk mengatasi tantangan ini, seperti menyediakan akses peningkatan keterampilan dan menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia berpendapat bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan koneksi antara berbagai ekosistem pendidikan dan masyarakat. “Kepemimpinan nasional pada akhirnya juga dibangun dari daerah,” imbuh Mahyeldi.

Dalam konteks sejarah, Mahyeldi mengungkapkan bahwa Sumatera Barat telah melahirkan banyak tokoh nasional. Tokoh-tokoh tersebut memiliki semangat perjuangan yang beragam namun diikat oleh komitmen untuk belajar dan mengabdi.

“Sejarah bukan museum; sejarah adalah perintah untuk melanjutkan,” tegasnya. Menurut Mahyeldi, tantangan yang dihadapi generasi sekarang meliputi persaingan global dan perubahan iklim, sehingga perlu menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya pemimpin baru yang berkualitas.

Ia juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin adalah kemampuannya dalam melahirkan pemimpin baru. “Pemimpin yang berhasil justru mampu melahirkan manusia-manusia baru yang kompeten dan dapat dipercaya,” ungkapnya.

Dalam pembinaan generasi muda, Mahyeldi menawarkan agenda 5T: menemukan potensi, menumbuhkan karakter, meningkatkan kompetensi, membangun jejaring, dan memberi tanggung jawab pada generasi muda. Pendekatan ini melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan dunia usaha.

Mahyeldi mengindikasikan bahwa data kemajuan ekonomi harus dijadikan referensi untuk mengetahui tantangan yang ada. “Data harus menjadi dasar untuk mengetahui siapa yang belum terjangkau dan pekerjaan apa yang belum selesai.”

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan daerah tidak hanya pada administrasi, tetapi juga pada penggerak pembangunan manusia. “Indonesia Emas membutuhkan daerah-daerah yang berani mengambil peran tersebut,” jelas Mahyeldi.

Akhirnya, ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas manusia yang akan memimpin perubahan. “Pemimpin terbaik tidak membuat semua orang bergantung kepadanya; ia menyiapkan semakin banyak orang untuk memimpin dengan amanah,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button