Anggaran Kemenkop 2027 Fokus Perkuat Koperasi Merah Putih

Jakarta, Maret.id — Anggaran Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk Tahun Anggaran 2027 akan difokuskan pada penguatan pelaksanaan program perkoperasian. Ini termasuk penguatan kelembagaan dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan informasi tersebut dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Selasa, 1 September 2026. Kemenkop mengusulkan tambahan anggaran untuk mendukung program prioritas nasional KDKMP, terutama dalam hal penguatan sumber daya manusia, pendidikan, dan pembinaan koperasi.
“Kami mengajukan tambahan anggaran karena Kementerian Koperasi memiliki tanggung jawab melakukan monitoring dan pembinaan terhadap koperasi eksisting maupun KDKMP,” kata Ferry. Ia menjelaskan bahwa anggaran yang sempat disebut-sebut sebesar Rp103 miliar untuk podcast, sebenarnya merupakan kebutuhan komunikasi publik yang lebih luas.
Menurut Ferry, alokasi tersebut mencakup pelaksanaan fungsi hubungan masyarakat, komunikasi publik, dokumentasi, publikasi, serta dukungan teknologi informasi dan infrastruktur. “Komunikasi publik bukan hanya mengenai podcast. Podcast merupakan salah satu kanal komunikasi,” sambung Ferry.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam komunikasi publik, agar informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah dapat tersampaikan dengan tepat kepada masyarakat. “Ilmu komunikasi memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan dan program pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat,” tutur Ferry.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan anggaran diperlukan untuk memastikan program-program perkoperasian dapat diterima masyarakat, termasuk koperasi eksisting dan KDKMP yang sedang dikembangkan. Selain itu, Ferry menekankan pentingnya prinsip efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan hasil yang terukur dalam penggunaan anggaran kementerian.
“Kami memahami bahwa anggaran negara harus digunakan secara bertanggung jawab. Karena itu, kami terus memastikan setiap penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, akuntabel, dan memiliki hasil yang terukur,” tegasnya.





