Kedekatan NU dan Pemerintah Jaga Independensi Organisasi

Jakarta, Maret.id — Pengamat politik AS Hikam menilai bahwa dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU) sangat dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara, termasuk isu politik, hukum, moral, dan ekonomi.
AS Hikam mengingatkan bahwa kondisi saat ini dapat berpotensi mengancam ketahanan negara. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sipil, termasuk NU, dianggap krusial dalam menjaga stabilitas negara.
“Pemerintah sangat memerlukan dukungan Nahdlatul Ulama itu juga sesuatu yang kita bisa maklumi. Situasi negara ini kan sudah mengalami kecenderungan akan ada krisis,” kata AS Hikam di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Kamis, 3 September 2026.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bertindak sendiri dalam situasi sulit ini. Masyarakat sipil perlu terlibat aktif untuk membantu memperkuat ketahanan negara.
“Kami bertanya, ormas mana di Indonesia yang paling besar dan memiliki kapasitas untuk diajak bersama-sama pemerintah? Salah satunya sudah pasti Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Meskipun demikian, AS Hikam mengingatkan bahwa kedekatan NU dengan pemerintah tidak perlu ditafsirkan sebagai dukungan tanpa syarat terhadap semua kebijakan yang diambil.
“NU memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa dukungan NU dapat diberikan sepanjang kepentingan pemerintah tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
“Namun, NU harus tetap bersikap independen apabila terjadi benturan kepentingan,” imbuh AS Hikam.
Dia menyatakan bahwa kedekatan NU dengan pemerintah tidak berarti bahwa semua keinginan pemerintah akan didukung sepenuhnya. “Karena di antara berbagai hal, NU juga punya proposisi untuk membela kepentingan-kepentingan masyarakat,” lanjutnya.
AS Hikam menekankan pentingnya independensi NU agar organisasi ini dapat menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat. “Selama kepentingan pemerintah itu tidak bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, mungkin iya didukung. Tetapi begitu bersinggungan, NU tetap harus mempunyai kemampuan untuk tetap independen,” tandasnya.





